Dirjen Minerba Tri Winarno Resmi Lepas Tim Garuda Mine Rescue ke Ajang Kompetisi di Zambia
Dirjen Minerba, Kementerian ESDM), Tri Winarno resmi melepas Tim Garuda Mine Rescue untuk berlaga dalam kompetisi penyelamatan tambang internasional di Zambia.
Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno resmi melepas Tim Garuda Mine Rescue untuk berlaga dalam kompetisi penyelamatan tambang internasional di Zambia, Afrika Selatan.
Pelepasan tim di bawah naungan Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) ini dilaksanakan di Gedung Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/4).
Keikutsertaan Garuda Mine Rescue menjadi representasi komitmen Indonesia dalam meningkatkan standar keselamatan pertambangan sekaligus menunjukkan kapasitas sumber daya manusia di kancah global.
Ketua Umum PERTAPINDO, Sri Rahardjo menjelaskan bahwa pelepasan ini dilakukan setelah tim menjalani pelatihan intensif selama 14 hari di Banyuwangi, tepatnya di area operasi PT Bumi Suksesindo, Banyuwangi, Jawa Timur.
“Jadi memang pelepasan ini kita lakukan setelah kita melalui pelatihan intensif selama 14 hari di Banyuwangi, di PT Bumi Suksesindo (BSI),” ucap Sri Rahardjo saat ditemui di lokasi.
Selama pelatihan, imbuh Sri Rahardjo, para anggota tim dibekali berbagai teknik penyelamatan yang akan dipertandingkan, mulai dari prosedur evakuasi hingga penggunaan peralatan khusus di lingkungan tambang bawah tanah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tim sebelum bertolak ke ajang internasional tersebut.
“Teman-teman ini diajari dengan teknik-teknik sesuai dengan yang akan dipertandingan di sana. Jadi persiapan selama itu, kemudian karena ini nanti hari Kamis (23 April 2026) berangkat,” imbuhnya.

Kompetisi akan berlangsung di dua lokasi tambang bawah tanah, yakni tambang tembaga dan tambang emas yang dijadikan arena lomba. Dalam ajang tersebut, peserta akan diuji dalam berbagai skenario penyelamatan di kondisi terbatas, termasuk lingkungan dengan kadar oksigen rendah.
"Jadi ada 2 tambang bawah tanah di sana, tambang tembaga dan tambang emas. Itu digunakan untuk tempat pertandingan mereka nanti," jelasnya.
Dia berharap, tim dapat berjuang semaksimal mungkin. Sebagai tim pendatang baru, diharapkan tetap percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.
"Yang utama, mereka diminta untuk berjuang semaksimal mungkin. Sebagai tim pendatang baru atau underdog, diharapkan tetap percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Tim Garuda Mine Rescue sendiri terdiri dari tujuh orang, yang meliputi manajer, kapten, dan anggota tim. Meski berstatus sebagai pendatang baru, tim diharapkan mampu memberikan performa terbaik.
Strategi Tim: Perkuat Fokus dan Kedisiplinan di Arena Internasional
Di Zambia, tim akan berada selama sekitar 20 hari untuk mengikuti rangkaian kompetisi yang diikuti oleh 23 tim dari tujuh negara, termasuk India, China, Australia, dan Kanada.
Manager Tim Garuda Mine Rescue, Mohammad Asril Sarimudddin menyebut bahwa dalam menghadapi peserta dari berbagai negara, tim tidak menyiapkan strategi khusus yang kompleks, melainkan menekankan pada fokus dan kedisiplinan.
“Kalau strategi khusus sebenarnya yang pertama itu teman-teman kami coba fokuskan saja. Jadi di sini teman-teman juga berasal dari perusahaan yang notabene memang sudah menjadi tim emergency response di sana ya. Nah yang kedua paling disiplin, disiplin untuk teman-teman ini harus dikencangkan,” jelas Asril dalam kesempatan yang sama.

Kata dia, seluruh anggota merupakan bagian dari tim emergency response di perusahaan masing-masing, sehingga telah memiliki pengalaman dasar yang kuat. Selain itu, kelincahan dan koordinasi tim juga menjadi keunggulan yang diharapkan dapat bersaing dengan peserta internasional.
Dia berharap dapat memberikan performa terbaik bagi Indonesia. Sementara itu, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama ajang berlangsung diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan lebih lanjut di dalam negeri, serta dibagikan kepada pelaku industri lainnya guna meningkatkan kapasitas keselamatan pertambangan nasional.
“Harapannya kita bisa memberikan yang terbaik buat bangsa ya. Kedua nanti setelah pulang dari sana bisa dikembangkan di Indonesia dan juga nanti bisa disampaikan, disosialisasikan atau di-share lah ilmu apa yang didapatkan dari negara yang lain, itu bisa untuk kemajuan di Indonesia sendiri,” pungkasnya.
Tim Garuda Mine Rescue terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Kalimantan Prima Persada (KPP), dan PT Ganda Alam Makmur. Adapun kategori lomba dalam ajang ini di antaranya underground rescue, roof rescue, first aid, technical skill, serta firefighting.
Tim Garuda Mine Rescue akan mewakili Indonesia untuk berlaga dalam pagelaran International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 yang digelar di Zambia yang akan berlangsung 28 April sampai 4 Mei 2026 di Copperbelt & Northwestern Provinces.