Dirjen Gatrik Optimis Tarif PLTS Atap Saingi Listrik Konvensional

Dirjen Gatrik Optimis Tarif PLTS Atap Saingi Listrik Konvensional

Jakarta, TAMBANG – Penggunaan listrik yang dihasilkan dari terik panas matahari atau yang dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, kian hari kian menjamur. Di jakarta misalnya, sebagian besar gedung-gedung sudah terpasang panel surya yang berfungsi untuk menyerap panas sebagai pembangkit listrik.

Dengan masifnya pemakaian tersebut, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik), Rida Mulyana optimis tarif PLTS bisa menyaingi harga listrik konvensional. Hal ini disampaikannya saat memberi kuliah umum tentang Tarif dan Subsidi Listrik kepada peserta program MBKM Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya), Selasa (21/9).

“Saya yakin tarif PLTS Atap ke depannya mampu bersaing dengan sumber energi lainnya. Apalagi tren teknologi EBT makin ke sini makin efisien dan makin masif sehingga bisa makin murah,” kata Rida.

Keyakinan Rida ini berdasarkan hasil riset yang menunjukkan bahwa PLTS Atap akan mampu mengalahkan PLTU seiring perkembangan teknologi baterai di tahun 2028.

“Yakin betul saya. Makanya, riset itu perlu dan ini dijadikan investasi masa depan, bukan cost saat ini,” ucap Rida.

Rida juga mengatakan bahwa pengembangan teknologi Solar Photovoltaic harus diimbangi dengan teknologi baterai.

“Ini untuk menyimpan storage system, termasuk pendalaman hidrogen terkait carrier energy,” tambah Rida.

Dalam kesempatan ini, secara umum Rida menjelaskan prinsip Pemerintah dalam menyediakan akses energi ketenagalistrikan di Indonesia. Menurutnya, terdapat Lima poin utama. Pertama, Kecukupan (implementasi perencanaan kebutuhan listrik nasional). Kedua, Keandalan (pemanfaatan teknologi pada pembangkit untuk efisiensi). Ketiga, Keberlanjutan (penggunaan EBT/pemasangan PLTS pada pembangkit listrik).

Kemudian keempat, Keterjangkauan (mengupayakan harga listrik yang kompetitif sehingga tarif masyarakat terjangkau) dan kelima, Keadilan (pemerataan akses listrik melalui peningkatan rasio elektrifikasi).

“Prinsip 5K ini jadi prinsip kerja sehari-hari kami di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk menjamin lima hal ini terpenuhi,” tutupnya.

Artikel Terkait

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin
Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, TAMBANG — Alumni Angkatan 1976 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bersama Majalah TAMBANG bakal menggelar Seminar Nasional bertema “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif dan Produktif untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045” di Kampus 1 UPNVY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Seminar ini menjadi forum untuk mempertemukan kalangan

By Rian Wahyuddin