Direktur PLN Dipecat Akibat Krisis Batu Bara

Direktur PLN Dipecat Akibat Krisis Batu Bara

Jakarta, TAMBANG – Direktur Energi Primer PT PLN (Persero) Rudy Hendra Prastowo dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir akibat krisis batu bara yang dialami PLN. Posisi tersebut kini diduduki oleh Hartanto Wibowo.

“Saya baru saja menandatangani surat pergantian Direktur Energi Primer di PLN dengan saudara Hartanto Wibowo,” ungkap Erick di Jakarta, Kamis (6/1).

Sebelumnya, PLN melayangkan surat kepada pemerintah tentang keluhan sulitnya memenuhi kebutuhan 20 PLTU, dengan daya sekitar 10.850 megawatt.

Secara spesifik, PLN mengkhawatirkan lebih dari 10 juta pelanggan mulai dari masyarakat umum hingga industri di Jawa, Madura, Bali (Jamali), dan non-Jamali terancam tidak bisa menikmati listrik, apabila stok batu bara tidak segera diamankan.

Kata Erick, Hartanto Wibowo pengganti Rudy Hendra dapat diandalkan karena memiliki latar belakang yang kuat berkiprah di PLN, sehingga kejadian krisis pasokan batu bara diharapkan tidak kembali terulang.

“Merupakan top talent yang ada di PLN, usianya 45 tahun dan saya lihat juga dari berbagai background punya kemampuan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Erick menegaskan, Indonesia merupakan negara penghasil sumber daya alam (SDA) yang besar termasuk batu bara dan gas. Sehingga jika dilihat dari komposisi penggunaan utuk listrik seharusnya lebih aman.

“Banyak negara yang tidak punya SDA. Tapi kita punya, namun krisis energi artinya harus ada yang diperbaiki sama-sama,” jelasnya.

Dengan digantinya Rudy Hendra Prastowo dengan Hartanto Wibowo, Erick menyebutkan, akan ada perbaikan di sektor penerimaan energi primer milik PLN itu.

“Beberapa hal yang harus diperbaiki, bagaimana pembelian batu bara bisa jangka panjang, karena sudah ada DMO yang harganya dipatok (USD 70 pert ton) jadi tidak perlu ada yang ditakuti,” pungkas Erick.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin