Coal India Siapkan Impor 500.000 ton Batu Bara dari Indonesia

Coal India Siapkan Impor 500.000 ton Batu Bara dari Indonesia
Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di India. Sumber foto: india.blogs.nytimes.com

KALKUTA, INDIA—TAMBANG. HAMPIR sebulan setelah impor batu bara tahap pertama dari Indonesia berhasil terlaksana, BUMN pemonopoli batu bara, Coal India, mempersiapkan pembelian tahap berikutnya. Impor tahap pertama, sebanyak 170.000 ton masuk melalui pelabuhan Mundra. Pembelian berikutnya direncanakan sebesaar 500.000 ton. Coal India mempersiapkan impor ini selama empat tahun.

Semula Coal India akan mendatangkan 5 juta ton batu bara. Setelah melalui berbagai penjajakan terhadap calon kliennya, akhirnya Coal India memangkas jumlah impornya.

Batu bara impor tahap pertama itu dipasok untuk pembangkit listrik Neyveli, di Tuticorn, kota pelabuhan di negara bagian Tamil Nadu, serta dua pembangkit swasta di Punjab, yakni Talwandi Sabo Power dan Nawa.

Harian ekonomi terkemuka dari India, The Economic Times melaporkan, impor tahap berikutnya akan dikirimkan untuk empat pembangkit, dua milik swasta, dua milik pemerintah. ‘’Ada beberapa pembangkit lain yang menginginkan batu bara tetapi dalam jumlah kecil, sehingga sulit menemukan pemasoknya,’’ kata seorang pejabat Coal India.

Coal India mendapat perintah dari pemerintah India untuk memenuhi kebutuhan batu bara, untuk berbagai keperluan bahan bakar. Salah satunya dengan mendatangkan batu bara dari Indonesia. Selama ini Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar untuk India, sebagian besar dari Sumatera yang secara geografis jaraknya paling dekat. Coal India mengutamakan pembeli yang mau membayar di muka.

Calon pembeli lainnya, National Thermal Power Corporation (NTPC) semula berminat untuk membeli 10 juta ton. Tetapi Coal India kesulitan mencari pemasok yang cocok dan menyepakati persyaratan yang ditetapkan NTPC. Pemasok Indonesia meminta NTPC membeli dengan harga premium, demi kelangsungan pasokan. Sementara NTPC maunya membeli sesuai harga pasar.

NTPC pun membatalkan pesanannya.

Artikel Terkait

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Jakarta,TAMBANG,- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono turut hadir dalam kegiatan Gerak Hijau 2026. Kehadirannya sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, ini juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan pembangunan berkelanjutan tidak hanya mengandalkan peran pemerintah ataupun dunia usaha. Di kesempatan ini Dias

By Egenius Soda
Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Jakarta,TAMBANG,- Tonggak penting kembali berhasil dicatat perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN). Emiten berkode saham AMMAN ini akhirnya mewujudkan transformasi bisnisnya sebagai perusahaan terintegrasi dari penambangan sampai peleburan setelah secara resmi merampungkan proyek pembangunan pabrik smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa

By Egenius Soda