Cipta Kridatama Optimis Overburden Removal (OB) Tahun Ini Capai Target

ABM Investama
Sumber: ABMM.

Jakarta, TAMBANG – Kontraktor pertambangan, PT Cipta Kridatama (CK) optimis kinerja Overburden Removal (OB) tahun ini mencapai target. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama CK, Meidi Wibowo.

“Kalau kita lihat sampai saat ini kalau year to date, masih di 99 persen kita optimis tercapai,” ungkap Meidi saat ditemui di Jakarta, dilansir Jumat (20/9).

Pada tahun 2024, anak usaha ABM Investama ini menargetkan OB sebesar 300 juta Bcm. Menurut dia, volume OB tahun ini bahkan bisa melampaui target hingga mencapai 105 persen.

“(Tahun ini sekitar) 300 juta bcm, Jadi sampai akhir tahun kita akan di level itu.Memang ada faktor hujan segala macam, tapi dengan produksi yang bagus kita achive kesana. Ini bisa 105 persen,” jelas dia.

Tiga Strategi Cipta Kridatama Kurangi Emisi Karbon

Untuk merealisasikan target tersebut, perusahaan memiliki strategi tersendiri, di antaranya mengimporvisasi aspek produktivitas.

“Kita banyak improvement di productivity. Kita naikan, karena di situlah volume bis akita naikkan dengan kapasitas dan jumlah alat yang sama,” beber Meidi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin