Chevron Terapkan Teknologi EOR di Lapangan Duri

Chevron Terapkan Teknologi EOR di Lapangan Duri
Jakarta, TAMBANG – Perusahaan penghasil minyak di dunia menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) tingkat lanjut, untuk meningkatkan produksi dan memperpanjang usia produktif lapangan-lapangan tua. Lapangan Duri yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) merupakan salah satu contoh terbaik.   Teknologi EOR tingkat lanjut ini mencakup injeksi gas, injeksi uap atau injeksi kimia ke reservoir di perut bumi untuk menarik lebih banyak minyak ke permukaan. Teknologi injeksi uap (steamflood) telah diterapkan di Lapangan Duri sejak 1985 untuk meningkatkan produksi minyak berat (heavy oil)  dari lapangan tersebut. Proyek ini merupakan salah satu pengembangan injeksi uap terbesar di dunia.   “Minyak berat memiliki sifat kental dengan tingkat kepekatan sangat tinggi, sulit mengalir, sehingga sulit untuk diangkat,” kata Ilmy Razanindra, seorang ahli teknik perminyakan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) yang bekerja di proyek Duri menjelaskan bagaimana teknologi ini bekerja.   “Di Duri, uap disuntikkan dekat dengan dasarreservoir melalui sumur injeksi. Uap air naik ke permukaan reservoir. Uap mengalirkan panas ke minyak berat dingin, mengurangi tingkat kekentalan sehingga minyak dapat lebih mudah bergerak untuk dialirkan ke sumur-sumur produksi,” imbuh Razanindra.   PT CPI merupakan perusahaan pionir dalam penerapakanoperasi injeksi uap secara selamat dan efisien, yang telah membuat Lapangan Duri berhasil menghasilkan kinerja produksi lima kali lebih baik dibandingkan dengan penggunaan teknologi pengeboran konvensional. Teknologi EOR di Indonesia senantiasa berkembang menjadi lebih baik.   PT CPI memiliki akses terhadap teknologi dan kemampuan kelas dunia Chevron Corporation, yang merupakan perusahaan terdepan dalam penerapan teknologi EOR. Chevron memiliki sejarah panjang dalam penerapan lapangan EOR gas dan saat ini mengoperasikan proyek raksasa di Lapangan Tengiz di Kazakhstan, Lapangan Rangely di Colorado, proyek migas konvensional di Permian Basin di Texas, dan Lapangan Agbami di lepas pantai Nigeria.   Lapangan Kern River di California yang telah berusia 119 tahun telah mengimplementasikan teknologi steamflood sejak 1970an. Chevron menginvestasikan waktu, modal dan sumber daya manusia untuk terus mengembangkan teknologi injeksi uap. Sumur-sumur horizontal baru di California, contohnya, berhasil memproduksi minyak 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan hasil sumur-sumur konvensional.

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin