Bumi Resources Pasang Patokan Biaya Produksi Batu Bara USD36 Per Ton

Bumi Resources Pasang Patokan Biaya Produksi Batu Bara USD36 Per Ton
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – PT Bumi Resources memasang rata-rata biaya produksi sebesar USD36 per ton. Angka tersebut dibagi atas 2 anak usaha, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.   Di KPC, Bumi mencanangkan biaya produksi sebesar USD37 per ton. Sedangkan di Arutmin, perkiraan biaya produksi berada di angka USD34 per ton.   Untuk estimasi harga jual, Bumi membanderol batu bara dengan rata-rata harga USD56 per ton. Rinciannya, batu bara dari KPC dijual dengan harga USD61 per ton. Sedangkan batu bara dari Arutmin, dibanderol seharga USD50 per ton. Angka-angka tersebut dipasang berdasarkan kadar kalori menengah ke atas.   “Patokan kualitas batu bara GAR 6322 kcal,” kata Direktur and Corporate Secretary Bumi, Dileep Srivastava kepada tambang.co.id, Jumat (29/3).   Adapun volume produksi batu bara yang direncanakan Bumi tahun ini, adalah sekitar 88-90 juta ton. KPC berkontribusi sebanyak 60 juta ton, dan Arutmin sekitar 28-30 juta ton.   Untuk diketahui, pemerintah telah menyetujui Rencana Anggara Kerja dan Biaya (RKAB) dari Bumi yang diajukan tahun ini. Kalau dikalkulasi, Bumi memegang porsi sekitar 18 persen dari target produksi batu bara nasional, yang berada di angka 489 juta ton.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin