Begerak Variatif, Bursa Tunggu Pertemuan Trump dan Jong Un

Begerak Variatif, Bursa Tunggu Pertemuan Trump dan Jong Un
Jakarta, TAMBANG – Pergerakan bursa saham Asia di awal pekan cenderung bergerak variatif. Pasalnya, pelaku pasar masih memperhatikan rencana pertemuan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain itu, juga masih merespon pelemahan sejumlah harga minyak mentah dunia.   Binaartha Institutional Research menganalisis, di hari berikutnya, pada Selasa (29/5), mayoritas bursa saham Asia cenderung melemah setelah pelaku pasar merespon perdebatan perwakilan AS dan China dalam peretemuan World Trade Organization (WTO), setelah AS menuduh bahwa perusahaan asal China telah mencuri ide-ide perusahaan AS. selain itu, juga mengkhawatirkan kondisi politik di Italia dan penurunan harga minyak mentah dunia.   Sementara di zona Eropa, sentimen yang sama pada pasar saham Asia turut mempengaruhi pergerakan bursa saham Eropa. Pelaku pasar cenderung mengamankan posisi portofolionya untuk sementara waktu.   Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan politik di Italia setelah pemimpin partai politik terbesar di Italia menyerukan untuk memberhentikan (impeachment) Presiden untuk mengurangi ketegangan politik.   Di hari berikutnya, (29/5), pelemahan kembali terjadi dengan sentimen kekhawatiran akan kondisi di Italia, setelah masyarakat wilayah Italia dihadapkan pada pemilu dadakan (snap election) akibat mosi tidak percaya pada Presiden saat ini dan juga mengkhawatirkan kondisi politik di Spanyol.   Sementara itu, di bursa AS. Laju bursa saham AS di awal pekan tutup, karena adanya libur nasional. Di hari berikutnya, Selasa (29/5), laju bursa saham AS berbalik melemah setelah pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi di Italia yang dapat mempengaruhi posisi Italia di Zona Euro. Serta masih alotnya proses negosiasi kesepakatan perdagangan antara AS dan China  

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda