Beban Eksplorasi Cita Mineral Hanya Rp600 Juta

Jakarta - TAMBANG. PT Cita Mineral Investindo, Tbk untuk bulan Desember 2014 mengeluarkan total biaya eksplorasi sebesar Rp597,67 juta. Angka tersebut tak sebesar tahun-tahun sebelumnya yang mencapai miliaran rupiah.

Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh anak usahanya, PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) dan PT Karya Utama Tambangjaya (KUTJ), serta cucu usahanya. Fokusnya adalah untuk komoditas Bauksit, di wilayah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebagaimana yang ditulis dalam Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulanan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1), eksplorasi hanya dilakukan pada dua area Izin Usaha Pertambangan. Sebanyak Rp211,45 juta dikeluarkan untuk eksplorasi area IUP di Sandai (PT Sandai Kemakmuran Utama), dan Rp385,22 juta diperuntukkan bagi area IUP di Nanga Tayap (PT Ketapang Karya Utama).

Dalam laporan tersebut perusahaan yang melantai di bursa dengan kode CITA itu kembali menjelaskan perihal penghentian seluruh aktivitas produksi dan penjualan bauksit, sejak Januari 2014. Hal tersebut sehubungan dengan PP No. 1 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri ESDM No. 1 Tahun 2014, tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri. Karenanya, manajemen entititas anak perusahaan itu memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan eksplorasi di semua lokasi hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin