Atlas Resources Tidak Eksplorasi di Bulan Juli 2015

Atlas Resources Tidak Eksplorasi di Bulan Juli 2015
Jakarta – TAMBANG. PT Atlas Resources Tbk (ARII) melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa pada periode Juli 2015, perseroan tidak melakukan aktivitas eksplorasi. Selain itu, 15 perusahaan di lima kawasan tambang yang dimilikinya juga masih belum mempunyai rencana untuk beraktifitas.
Asset Development Director ARII, Joko Kus Sulistyoko seperti yang dikutip dalam keterangan resminya pada hari rabu (12/8) menjelaskan, kelima belas perusahaan tersebut saat ini tidak ada aktivitas.
Lima belas perusahaan tersebut adalah PT Berau Bara Energi, PT Kalbara Energi Pratama, PT Citra Global Artha, PT Ratna Utama Karya yang berada dalam Berau Hub. Sedangkan Kubar Hub terdiri dari PT Diva Kencana Borneo.
Untuk Muba Hub adalah PT Gorby Putra Utama, PT Gorby Energy, PT Banyan Koalindo Lestari, PT Gorby Global Energy, PT CIpta Wanadana.
Kemudian Oku Hub terdiri dari PT Hanson Energy (martapura), PT Hanson Energy (Baturaja) dan PT Anugerah Energy. Sedangkan untuk Papua Hub adalah PT Papua Inti Energy dan PT Karya Manunggal.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda