ASPEBINDO Dukung Arah Bahlil: Substitusi LPG dari CNG-LNG Dinilai Realistis, Butuh Insentif dan Izin Fleksibel

ASPEBINDO) mendukung kebijakan yang disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia untuk mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat pemanfaatan gas domestik dari CNG maupun LNG.

ASPEBINDO Dukung Arah Bahlil: Substitusi LPG dari CNG-LNG Dinilai Realistis, Butuh Insentif dan Izin Fleksibel
Ilustrasi. Sumber: Freepik.com

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, terkait upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat pemanfaatan gas domestik dari Compressed Natural Gas (CNG) maupun Liquefied Natural Gas (LNG).

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menilai langkah tersebut merupakan bagian penting dari strategi besar ketahanan energi nasional dan optimalisasi sumber daya dalam negeri.

“Apa yang disampaikan Pak Bahlil sudah tepat. Kita tidak bisa terus bergantung pada impor LPG. Gas domestik, baik CNG maupun LNG, harus menjadi solusi strategis ke depan,” ujar Anggawira dalam keterangannya, Selasa (28/4).

ASPEBINDO menilai bahwa dorongan pemerintah untuk mengembangkan pemanfaatan gas sebagai substitusi LPG merupakan langkah yang tepat secara kebijakan, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan.

“Tantangan kita bukan pada ketersediaan gas, tapi pada distribusi, harga, dan keekonomian di hilir. Ini yang harus dibereskan agar program berjalan efektif,” tegasnya.

CNG-LNG Sudah Mulai Berjalan: Tinggal Scale Up

ASPEBINDO mencatat bahwa pemanfaatan gas bukan lagi sekadar rencana. Saat ini telah muncul inisiatif LNG retail skala kecil (mini LNG), termasuk distribusi dari Pasuruan ke Bali untuk sektor horeka (hotel, restoran, kafe).

Kata Anggawira, model ini memanfaatkan mini LNG plant, Transportasi ISO tank dan regasifikasi di lokasi pelanggan. “Ini bukti bahwa LNG retail sudah feasible. Tinggal bagaimana kebijakan mendorong agar bisa berkembang secara nasional,” tambah Anggawira.

ASPEBINDO juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam membangun infrastruktur gas nasional, seperti pipa CISEM (Cirebon–Semarang) dan DUSEM (Dumai–Sei Mangkei).

“Apa yang dilakukan pemerintah hari ini sudah benar, pipa menjadi backbone. Tapi untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, kita tetap butuh CNG dan LNG sebagai solusi last mile,” jelasnya.

ASPEBINDO melihat peluang besar pemanfaatan CNG dan LNG dalam mendukung program pemerintah seperti SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penggunaan gas dinilai lebih efisien, stabil pasokan dan lebih bersih

Masalah Utama: Harga dan Keekonomian

Saat ini, LPG masih disubsidi sehingga harga di pasar lebih kompetitif dibandingkan CNG dan LNG.

“Kalau tidak ada intervensi kebijakan, substitusi tidak akan terjadi secara natural oleh pasar. Ini realitas yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Karena itu, ASPEBINDO menilai harus ada rekomendasi strategis. Pertama, insentif menjadi kunci, mencakup harga gas khusus untuk downstream, insentif fiskal seperti tax allowance dan pembebasan bea impor, subsidi konversi pengguna, serta skema viability gap fund.

Kedua, reformasi perizinan melalui izin bertingkat. ASPEBINDO mendorong penerapan multi-tier licensing agar lebih banyak pelaku usaha dapat masuk, dengan pembagian Tier 1 sebagai aggregator, Tier 2 sebagai distributor, dan Tier 3 sebagai operator lokal. Ketiga, fleksibilitas pasokan, termasuk impor LNG.

“Kita perlu membuka ruang bagi swasta. Kalau terlalu rigid, ekosistem tidak akan tumbuh,” imbuh Anggawira.

Sejalan dengan dinamika global dan kebutuhan domestik, ASPEBINDO menilai penting adanya fleksibilitas kebijakan.

“Ketika demand dalam negeri meningkat, negara harus fleksibel membuka opsi impor LNG agar harga tetap kompetitif dan pasokan terjaga,” tegasnya.

Gas sebagai Energi Transisi Nasional

ASPEBINDO menegaskan bahwa gas baik CNG maupun LNG memiliki peran strategis sebagai energi transisi karena lebih bersih dari BBM, lebih stabil dibanding energi terbarukan yang intermittent dan lebih siap secara infrastruktur

“Gas adalah jembatan menuju energi bersih. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal dalam masa transisi energi Indonesia,” tambahnya.

ASPEBINDO menilai bahwa arah kebijakan yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil sudah berada di jalur yang tepat, namun perlu diperkuat dengan langkah konkret di sisi hilir.

“Kalau kebijakan ini dikawal dengan insentif yang tepat, perizinan yang fleksibel, dan ekosistem yang terintegrasi, maka kita tidak hanya mengurangi impor LPG, tetapi juga membangun kedaulatan energi nasional berbasis gas,” tutup Anggawira.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin