Unit Bisnis Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Catat Kinerja Positif Di Kuartal I-2021

Unit Bisnis Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Catat Kinerja Positif Di Kuartal I-2021

Jakarta,TAMBANG,-Dalam kuartal I tahun ini unit bisnis refining and Petrochemical (kilang pengolahan dan petrokimia) lewat PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) mencatat kinerja positif. Di tiga bulan pertama tahun ini PT KPI mencatatkan kinerja operasi melampaui target RKAP.

Direktur Utama PT KPI, Djoko Priyono menyebutkan beberapa faktor utama yang mendorong kinerja positif. Mulai dari optimasi kilang sampai efisiensi biaya operasional. Optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread. Crack Spread adalah perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang.

“Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan minyak mentah(crude). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik.” ungkap Djoko.

Dari upaya ini Perusahaan berhasil mendapat imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, mencapai realisasi di atas 79%. Ini lebih tinggi dari target RKAP sekitar 78%.

Selain itu, “Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil kami tingkatkan menjadi hampir 100%, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99%,” terang Djoko.

Faktor kedua terkait efisiensi biaya operasi kilang. Djoko menjelaskan efisiensi yang dilakukan dimulai dari pemakaian energi yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP. Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau Energy Intensity Index (EII) tercatat di angka 108,6. Ini lebih rendah dari yang ditetapkan pada RKAP yang hampir sebesar 109. Untuk angka realisasi EII, semakin kecil semakin baik.

Djoko juga mengakui kinerja positif PT KPI didukung mitra bisnisnya. “Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh mitra bisnis yang telah mendukung pencapaian kinerja positif PT KPI, antara lain PT Patra Niaga yang telah menjual produk BBM berkualitas, produksi dari Kilang Pertamina. Juga kepada PT PGN yang telah memasok gas alam ke kilang-kilang Pertamina untuk proses produksi.” ungkap Djoko.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin