Terminal Regasifikasi Arun Sudah Beroperasi Normal

Terminal Regasifikasi Arun Sudah Beroperasi Normal

Jakarta - TAMBANG. PT Perta Arun Gas, anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas), memastikan bahwa Terminal Penerimaan dan Regasifikasi Gas Alam Cair (Liquified Natural Gas / LNG) Arun telah beroperasi dengan normal, seiring diterimanya kargo LNG kedua. Gas dari Terminal Arun, yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Maret 2015 lalu, dialirkan lewat pipa ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara.

"Dengan mulai mengalirnya gas hasil regasifikasi LNG ke pembangkit PLN di Belawan, kami optimistis krisis listrik di Sumatera Utara teratasi," ujar Teuku Khaidir, Direktur Utama Perta Arun Gas dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (19/03).

Ia merinci bahwa kebutuhan gas yang akan disalurkan untuk pembangkit PLN di Belawan mencapai 95 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Untuk saat ini, PLN sudah dapat menyerap gas sebesar 71 MMSCFD. Pasokan gas dari Terminal Arun ini diharapkan dapat mengatasi krisis listrik yang selama ini terjadi di Sumatera Utara.

Sementara untuk industri, potensi kebutuhan gas di wilayah itu diperkirakan bisa mencapai 250 MMSCFD. Perta Arun Gas pun mendorong agar Pemerintah Daerah Aceh juga segera mengembangkan kawasan industri yang sumber energinya berbasis gas.

"Kapasitasi produksi Terminal Arun masih cukup besar untuk memenuhi kebutuhan gas sektor industri di wilayah Aceh," tambah Khaidir.

Selain melakukan regasifikasi di Terminal Arun, PT Perta Arun Gas (PAG) juga merencanakan untuk mengelola bisnis LNG hub. Karenanya, Terminal Arun dirancang dengan kapasitas penyimpanan gas cair hingga 12 juta ton. Sementara kapasitas produksi gasnya sendiri adalah 400 MMSCFD.

Selasa (17/3) lalu, bongkar muat kiriman kargo LNG kedua telah rampung. Jumlahnya mencapai 117.754 meter kubik. Sebelumnya, kargo pertama diterima di Arun pada tanggal 19 Februari 2015.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin