Mulai 1 Juni 2026, Ekspor Batu Bara, CPO, dan Fero Alloy Wajib Melalui DSI

Pemerintah resmi memberlakukan mekanisme baru ekspor komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), dan fero alloy melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor mulai 1 Juni 2026.

Mulai 1 Juni 2026, Ekspor Batu Bara, CPO, dan Fero Alloy Wajib Melalui DSI
Dokumentasi: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah resmi memberlakukan mekanisme baru ekspor komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), dan fero alloy melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor mulai 1 Juni 2026.

“Implementasi akan berlaku mulai besok, 1 Juni 2026, yang merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Jakarta, Minggu (31/5).

Airlangga menjelaskan bahwa setiap perusahaan eksportir wajib menyampaikan laporan aktivitas ekspornya kepada PT DSI yang ditunjuk sebagai BUMN ekspor. Proses pelaporan tersebut difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui portal CEISA 4.0 yang telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Namun demikian kewajiban bagi perusahaan ekspor untuk melaporkan kegiatan ekspornya kepada pt dsi sebagai bumn ekspor. Dalam pelaporan ini dilayani oleh bea cukai dalam format akses portal CEISA 4.0 yang disiapkan oleh dirjen bea cukai," imbuhnya

Airlangga menjelaskan, kebijakan tersebut dirancang untuk meningkatkan transparansi transaksi ekspor dan mencegah berbagai praktik yang merugikan negara.

“Pengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Sekali lagi, ini adalah memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Tujuannya untuk mencegah praktik under invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor. Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya, sehingga kewajiban terhadap penerimaan negara dari pelaksanaan ekspor lebih optimal,” ujar Airlangga.

Menurutnya, ketiga komoditas strategis tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional. Sepanjang 2025, nilai ekspor batu bara, CPO, dan fero alloy mencapai USD66,13 miliar, atau sekitar 23,4 persen dari total ekspor nasional.

“Ketiga komoditas strategis ini menyumbang nilainya di tahun 2025 sebesar USD66,13 miliar atau sebesar 23,4 persen dari total ekspor nasional. Ini adalah penopang surplus neraca perdagangan yang terjadi selama 71 bulan berturut-turut,” katanya.

Secara rinci, nilai ekspor batu bara tercatat mencapai USD24,48 miliar, CPO sebesar USD24,42 miliar, sedangkan fero alloy atau besi paduan mencapai USD16,49 miliar.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin