MGR Produksi Emas 15.594 Ons pada Kuartal II 2026

MGR Produksi Emas 15.594 Ons pada Kuartal II 2026
Istimewa.

 Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Gold Resources Tbk (“EMAS” atau “Perseroan”; IDX: EMAS; HKEX: 6228) berhasil memproduksi 15.594 ounces emas (“oz Au”) dan 29.796 ounces perak (“oz Ag”) selama kuartal II 2026.

Penjualan emas Pani naik menjadi 6.439 oz Au dari 516 oz Au, sementara harga jual rata-rata tercatat sebesar AS$4.382 per ounce (“AS$/oz”). Tidak terdapat penjualan perak yang dibukukan pada kuartal tersebut.

“EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya. Pencatatan sekunder EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (“HKEX”) pada 26 Juni 2026 juga memperluas akses Perseroan terhadap investor internasional, sekaligus memperkuat platform bagi fase pertumbuhan Pani berikutnya,” ujar Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P Abidin dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/8).

Operasi heap leach Pani terus menunjukkan kemajuan selama kuartal tersebut dengan kapasitas awal 8 juta ton bijih per tahun (“Mtpa”), lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 Mtpa. EMAS juga tengah mengkaji potensi peningkatan kapasitas menjadi 10 Mtpa setelah 2026.

EMAS mempertahankan panduan produksi emas 2026 sebesar 100.000 hingga 115.000 oz Au. Perseroan memperkirakan produksi emas akan meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun ini seiring berlanjutnya ramp-up Tambang Emas Pani, didukung oleh peningkatan laju penambangan dan stacking setelah keberhasilan commissioning operasi heap leach pada kuartal II 2026.

“Dengan profil produksi yang lebih berbobot pada paruh kedua tahun ini, realisasi penjualan akan bergantung pada waktu pengiriman doré, proses pemurnian, serta jadwal penyelesaian transaksi dengan pelanggan,” imbuhnya.

Perseroan juga terus memajukan pengembangan CIL, yang telah dikonfigurasi ulang untuk memulai produksi dengan kapasitas 12 Mtpa pada 2028, dibandingkan dengan desain awal sebesar 7,5 Mtpa. Selama kuartal tersebut, konstruksi CIL pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah diselesaikan.

Area milling pad diperkirakan selesai pada paruh kedua 2026, sementara keseluruhan CIL pad ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Setelah kuartal berakhir, tender konstruksi pabrik CIL telah diselesaikan pada Juli, dengan mobilisasi kontraktor dijadwalkan dimulai pada kuartal III 2026.

Kegiatan eksplorasi terus memperkuat potensi pertumbuhan jangka panjang Pani. Pada 8 Juni 2026, EMAS mengumumkan Estimasi Sumber Daya Mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton (“Mt”) dengan kadar 0,33 gram per ton emas (“g/t Au”), yang mengandung estimasi 445.000 oz Au. Tambahan tersebut meningkatkan keseluruhan inventaris Sumber Daya Mineral Pani menjadi 333,5 Mt, dengan kandungan sekitar 7,4 juta ounce emas (“Moz Au”).

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin