Tarif Listrik Tak Pengaruhi Bauran Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tak Pengaruhi Bauran Energi Terbarukan
Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menetapkan tarif listrik tidak akan naik sampai tahun 2019. Meski demikian, bukan berarti bauran energi terbarukan dikurangi. Hal ini terlihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 PLN yang telah disahkan.   Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025 untuk batu bara sebesar 54,4 persen, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23,0 persen, Gas 22,2 persen dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4 persen.   “Pemerintah telah mengesahkan bauran energi pembangkit dalam RUPTL PLN. Kami melihat terutama rencana bauran EBT akan meningkat dari 12,4 persen di tahun 2018 menjadi 23 persen di 2025 nanti,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa (20/3).   Untuk diketahui, pembangkit berenergi terbarukan itu memerlukan biaya yang mahal, baik dari sisi pembangunan atau operasional, khususnya soal teknologi. Sementara pembangkit batu bara adalah pembangkit paling murah. Meski demikian, keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik sama sekali tak merubah porsi bauran energi.   Dari EBT sendiri akan mendapat tambahan kapasitas dari PLT Air 8,3 GW sebesar 14,8 persen, PLT Panas Bumi 4,6 GW atau 8,2 persen dan beberapa pembangkit lainnya berbahan bakar solar, sampah, biogas dan biomassa sebesae 2,1 GW atau sekitar 3,7 persen.   “Khusus untuk EBT pada tahun 2025 mudah-mudahan kalau sesuai RUPTL kapasitasnya bisa bertambah sebesar 7,3 GW,” jelas Agung.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda