Tambang Today

Berita tambang terkini

Insentif 10 Persen, PTBA Terganjal Angkutan Batu Bara

Tambang Today

Insentif 10 Persen, PTBA Terganjal Angkutan Batu Bara

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam (PTBA) digadang-gadang sebagai perusahaan yang mampu memanfaatkan insentif 10 persen. Saat disosialisikan, banyak pengusaha batu bara menilai, insentif tambahan kuota produksi ini tidak menarik. Pasalnya, menaikkan produksi bukanlah hal mudah.   Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin menegaskan, peningkatan produksi masih terganjal kapasitas moda angkutan.

By Muflihun Hidayat
Pertamina Gaji Warga Bersihkan Sisa Tumpahan Minyak

Tambang Today

Pertamina Gaji Warga Bersihkan Sisa Tumpahan Minyak

Jakarta, TAMBANG – Pertamina melakukan segenap upaya tanggap darurat pasca peristiwa tumpahan minyak di teluk Balikpapan. Salah satunya mengajak warga setempat membersihkan sisa tumpahan. Pertamina memperkerjakan warga dengan diberikan gaji atau upah.   “Kita sudah bekerjasama dengan kelurahan dan RT (Rukun Tetangga) untuk bersihkan kotoran dampak minyak dan sampah-sampah. Kami mempekerjakan warga

By Muflihun Hidayat
Pasar Abaikan Perseteruan AS China, Bursa Menguat

Tambang Today

Pasar Abaikan Perseteruan AS China, Bursa Menguat

Jakarta, TAMBANG – Pergerakan sejumlah bursa saham Asia kembali menguat, setelah pelaku pasar mencoba mengabaikan perseteruan dagang antara China – Amerika Serikat (AS).   Binaartha Institutional Research pada Selasa (10/4) menganalisis, Nikkei menguat dengan dukungan kenaikan saham-saham keuangan dan ritel meski diimbangi masih melemahnya saham-saham pertambangan.   Kospi naik dengan dukungan saham-saham teknologi

By Ragil Wibowo
Awal Perdagangan, Rupiah dan Obligasi Dalam Negeri Masih Melemah

Tambang Today

Awal Perdagangan, Rupiah dan Obligasi Dalam Negeri Masih Melemah

Jakarta, TAMBANG – Tidak bergemingnya laju rupiah pada perdagangan di akhir pekan, meski diiringi dengan pergerakan USD yang kembali mengalami penurunan seiring dengan munculnya kekhawatiran akan terjadinya perang dagang yang akan mengganggu perekonomian AS, membuat laju pasar obligasi dalam negeri kembali melemah.   Binaartha Institutional Research pada Senin (9/4) menganalisis, pelaku

By Ragil Wibowo