Tabrakan Tanker dengan Sinar Kapuas, 4.500 ton Minyak Tumpah ke Laut

Tabrakan Tanker dengan Sinar Kapuas, 4.500 ton Minyak Tumpah ke Laut
ilustrasi

SINGAPURA—TAMBANG. OTORITAS Kelautan Singapura, biasa disingkat MPA, terus berupaya untuk mencegah dampak kebocoran akibat tabrakan tanker dengan kapal pengangkut barang, yang membuat sekitar 4.500 ton minyak tumpah ke lautan. Otoritas Kelautan bekerjasama dengan Federasi Polusi Pemilik Tanker (ITOPF) untuk mendapatkan bantuan teknis cara mengatasi kebocoran.

Otoritas Kelautan setiap hari melakukan survei dari udara untuk mengetahui efek kebocoran, dan meminta setiap kapal yang lewat agar melaporkan bila menemui titik kebocoran. Dilaporkan oleh IHSmaritime360.com, sebuah kapal yang lewat di lepas pantai Tanjung Berakit, bagian tenggara Pulau Bintan, telah melaporkan ke pejabat Indonesia bahwa mereka menemukan titik limpahan minyak. Diduga, limpahan minyak itu terangkut oleh gelombang sehingga mencapai kawasan sekitar Bintan.

Tabrakan antara kapal tanker Alyarmouk dengan kapal pengangkut barang Sinar Kapuas itu terjadi pada 2 Januari 2015, jam 06.00 waktu Singapura, di dekat menara suar di Pedra Branca. Alyarmouk, berbobot mati 116.039 ton, terdaftar di Libya, dan dioperasikan langsung oleh Otoritas Kelautan Nasional Libya. Sedang Sinar Kapuas terdaftar di Singapura. Tabrakan ini menyobek salah satu tanki Alyarmouk. Tidak ada korban jiwa akibat musibah ini.

Otoritas Kelautan bergegas mengirimkan empat kapal dilengkapi dengan pengurai limbah minyak (dispersan), ke area yang tercemar. Pengurai non-toxic dan pengurai yang bekerja dengan bakteri digunakan untuk memecah limpahan minyak agar bisa terurai menjadi kumpulan lebih kecil.

Saat ini kapal tanker Alyarmouk dan Sinar Kapuas dalam kondisi stabil, di lepas pantai pelabuhan Pedra Branca, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pedra Branca adalah titik terluar di bagian timur Singapura, berupa sebuah pulau dengan luas 8.650 meter persegi.

Foto: Kapal tanker Alyarmouk. Foto: Ihsmaritime360.com/Dietmarhassenpusch.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin