Sukses di Tahun 2021, Antam Kembali Targetkan Zero Fatality di Tahun 2022

Sukses di Tahun 2021, Antam Kembali Targetkan Zero Fatality di Tahun 2022

JAKARTA, TAMBANG – Pada periode 2021, PT Antam telah berhasil mencatatkan zero fatality di lingkungan kerjanya. Capaian positif tersebut akan ditargetkan kembali pada tahun 2022. Perusahaan anggota holding tambang MIND ID ini juga berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Direktur Antam, Nicolas D Kanter menyebut salah satu strategi untuk mewujudkan target zero fatality di tahun 2022 adalah dengan melakukan gelaran K3 yang diselenggarakan di seluruh wilayah operasinya.

“Komitmen ini juga sejalan dengan penguatan K3 di seluruh elemen kegiatan operasional. Kami terus meningkatkan kompetensi dari tim yang menggawangi K3 di perusahaan dan seluruh elemen pegawai di Antam, melalui berbagai pelatihan dan program Antam Safety Resilient,” kata Nicolas, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (15/2).

Menurutnya,  kegiatan K3 yang dilaksanakan secara rutin mampu meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya keselamatan selama bekerja. Beberapa agenda yang dilakukan saat memperingati bulan K3, kata Nicolas meliputi Fireman Fitness Drill, Safety Driving Challenge, serta penyamaan persepsi aspek keselamatan pertambangan dan konsolidasi pengawas.

Pada kegiatan bulan K3 yang dilakukan sejak 12 Januari lalu, terdapat juga berbagai kegiatan sosial yang dilakukan pegawai Antam.

Nico kemudian menjelaskan bahwa hal tersebut juga yang menjadi faktor utama kesuksesan dalam mencapai zero fatality di tahun 2021 di unit operasi dan anak perusahaan.

“Atas capaian tersebut, kami meyakini di tahun ini Antam akan mampu kembali mencatatkan zero fatality dan menekan kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan” ungkapnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin