Soal Tambang Ilegal, Menteri Bahlil: Saya Akan Bongkar

Bahlil tambang ilegal

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bakal membongkar praktik pertambangan ilegal. Hal tersebut diungkapkan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

“Saya akan bongkar saja (tambang ilegal) karena saya mantan pengusaha jadi agak sedikit tahu,” ungkap Menteri Bahlil Lahadalia.

Bahlil rencananya akan mengadakan diskusi terlebih dulu dengan stakeholder bersangkutan termasuk dengan DPR dan Aparat Penegak Hukum (APH) secara terbatas.

“Terkait illegal mining, kita akan buat forum khusus untuk berdiskusi, seperti Focus Group Discussion (FGD) agar konsumsinya terbatas,” ucap Bahlil.

“Illegal mining ini, sampai ayam tumbuh gigi pun tidak akan selesai kalau ini tidak menjadi kesadaran kolektif terutama pada kami yang ada di sini dan bapak-bapak, ibu-ibu semua dan aparat,” imbuh dia.

Bahlil ingin pemberantasan pertambangan tanpa izin (PETI) ini diselesaikan dengan prinsip seperti Pegadaian, ‘Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah’. Selama masa jabatan dua bulan ini, dia komitmen untuk menyelesaikan persoalan minerba termasuk tambang ilegal.

“Ini seperti Forum Pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Jangan sampai kita gas, habis itu yang lain telepon kita. Karena saya ini juru gas, jadi jangan ragukan nyali saya. Saya komit akan selesaikan,” jelas Bahlil.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto menyebut Kementerian ESDM sudah selayaknya mempunyai lembaga penegakan hukum, seperti di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan kata dia, pembentukan Satgas Gakkum tersebut sudah sampai di meja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

“Konsep Ditjen Gakum ini sudah sampai di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Kementerian Hukum dan HAM. Cuma saat itu suasana tarik menarik dan akhirnya tidak jadi,” ungkap Sugeng.

Sementara, Anggota Komisi VII, Mulyanto menyebut persoalan tambang ilegal dan masalah minerba lainnya menjadi faktor utama Kementerian PESDM mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Padahal selama tujuh tahun berturut-turut Kementerian ESDM selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Setelah 7 kali berturut-turut mendapat WTP, lalu akhirnya mendapat WDP. Tentunya kalau tidak ada yang material tidak akan terjadi. Kalau kita teropong lagi dari hasil evaluasi BPK terhadap laporan Kementerian/Lembaga (KL), dari tiga laporan itu ketiga-tiganya terkait tentang minerba tidak sektor yang lain,” ungkap Mulyanto.

“Pemerintah menurut saya abai dalam mengurus minerba ini. Ini harus kita akui. Tidak serius mengurus minerba,” imbuh Mulyanto.

Pemerintah Dinilai Tak Serius Bikin Satgas Tambang Ilegal

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin