Sebelum Diprotes, Budi Pilih Hanya Paparkan Kinerja Inalum

Sebelum Diprotes, Budi Pilih Hanya Paparkan Kinerja Inalum
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, PT Inalum, Pertamina, dan PGN, di Ruang Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (29/1).
Jakarta, TAMBANG – Direktur Direktur Utama Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin, memilih hanya memaparkan kinerja Inalum saja saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (29/1).   “Saya skip laporan kinerja PTBA, Antam dan Timah. Biar pimpinan masing-masing perusahaan yang menjelaskan,” kata Budi Gunadi di depan anggota Komisi VI DPR RI, Senin (29/1).   Pernyataan tersebut disampaikan Budi mengingat, sejak awal RDP dimulai sudah muncul gelombang protes pembentukan Holding Pertambangan yang tidak melibatkan DPR RI.  Karena itu, ia pun memilih untuk memaparkan khusus Inalum. Padahal sebagai induk Holding Pertambangan yang sudah diresmikan pemerintah, Inalum sah saja untuk memaparkan kinerja anggota Holding Pertambangan, yaitu PT. Bukit Asam, PT. Aneka Tambang (Antam) dan PT. Timah.   Penolakan yang dilakukan Komisi VI DPR RI ini, disebabkan tidak dilibatkannya DPR RI dalam proses pembentukan Holding BUMN Pertambangan. Karena itu, Komisi VI DPR RI pun meradang dengan tidak mengakui PT. Inalum sebagai induk Holding Pertambangan.   Sebelumnya, di awal RDP yang dimulai siang hari, anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar mempersoalkan keputusan Kementerian BUMN terkait Holding Pertambangan dan Holding Minyak dan Gas (Migas). Menurutnya, Kementerian BUMN menghiraukan hasil Panitia Kerja (Panja) Aset Komisi VI tahun 2012, yang mengamanahkan setiap pengalihan aset milik negara harus melalui persetuan DPR.   “Apakah Panja Aset 2012 yang menjelaskan kemitraan DPR dan pemerintah masih berlaku? Jika iya,  kenapa rekomendasi DPR yang menolak Holding dihiraukan?” kata Nasril Bahar, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut, sebelum RDP dimulai. (muflihun hidayat)    

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin