Satria Bahana Sarana Pasang Target Overburden 43 Juta BCM dan Batu Bara 7 Juta Ton

HVO FAME

Jakarta, TAMBANG – Sejak tahun 2015 silam, PT Satria Bahana Sarana diakuisisi oleh emiten tambang pelat merah, PT Bukit Asam Tbk. Selama perjalanan 8 tahun, Satria Bahana kian bertumbuh menjadi perusahaan kontraktor tambang yang mentereng.

Senior Manajer Sekper & Kepatuhan Satria Bahana, Teuku Rahadian mengatakan, tahun ini perusahaan memasang target pengupasan lapisan tanah penutup alias overburden removal sebesar 43 juta bcm. Sedangkan untuk produksi batu bara, pihaknya mematok target sebesar 7 juta ton.

“Manajemen Bukit Asam meminta kami untuk memproduksi overburden mencapai 43 juta bcm. Sampai September ini sudah menembus angka 36 juta bcm dan produksi coal 5.9 juta ton. Untuk bisa mencapai target, kami akan upayakan beberapa bulan ke depan,” terang Rahadian kepada TAMBANG, pada Rabu (11/10).

Saat ditemui di lokasi tambang, di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Rahadian menyebut Satria Bahana saat ini menggarap wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Bangko Tengah Pit E milik Bukit Asam Tbk. Area tersebut terbagi menjadi dua kawasan, yakni front utara dan selatan.

“Luas wilayahnya mencapai 180 hektare, dan yang sudah digarap di atas 140 hektare,” beber Rahadian.

Untuk mengejar target produksi dari Bukit Asam hingga akhir tahun, Satria Bahana akan menggenjot produksi saban bulan sekitar 4-5 juta bcm total material, yang mencakup overburden dan batu bara. Jika dirinci secara produksi harian, produksinya rata-rata 150 ribu bcm.

“Memang kemampuan kami sekitar 5 juta bcm per bulan untuk total material. Dengan cuaca yang mendukung rasanya kami bisa mencapai target. Dalam sehari produksinya mencapai 150 ribu bcm,” jelas Rahadian.

Sebagai informasi, Satria Bahana mulai menggarap Blok Bangko Tengah Pit E sejak Januari tahun lalu. Area ini menyimpan batu bara dengan kadar kalori rata-rata 5300 kcal, kadar menengah yang jamak diminati pasar dalam negeri untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin