Samin Tan Gagal Menggusur Direksi Berau

Samin Tan Gagal Menggusur Direksi Berau

LONDON, TAMBANG. RAPAT umum pemegang saham Asia Resources Minerals Plc di London, yang berakhir kemarin sore (malam waktu Jakarta), menolak usulan salah satu pemegang sahamnya, Samin Tan, untuk mengganti direktur utama Berau dan dua direktur lain.

Saham Asia Resources telah ambrol hingga lebih dari 90% semenjak perusahaan yang semula bernama Bumi itu melantai di Bursa London. Asia Resources juga harus berjibaku untuk mengurusi utang obligasinya sebesar US$ 450 juta yang jatuh tempo Juli depan.

Untuk mengatasi berbagai masalah yang membelit Asia Resources, Samin Tan, kini 50 tahun, mengusulkan pergantian direksi yang sekarang menjabat dengan direksi yang ia nilai sebagai orangnya. Samin Tan sendiri di perusahaan miliknya yang lain, Borneo Lumbung Energy, juga tengah berjuang keras untuk keluar dari krisis.

Rencana Samin Tan untuk mengganti direksi, kandas di rapat umum pemegang saham. Sebanyak 68% pemegang saham menolak usulan Samin untuk mencopot Direktur Utama Amir Sambodo, dan dua direktur, Richard Gozney serta Hamish Tyrwhitt.

Usulannya untuk menempatkan ke dalam jajaran direksi Kin Chan, Kenneth Raymond Allan, Benjamin Alexander Wiley, dan Alexander Ramlie, juga ditolak.

Bulan lalu, Asia Resources merekomendasikan untuk menolak usulan Samin. Pergantian direksi itu akan memperumit upaya restrukturisasi keuangan, dan bisa membahayakan masa depan perusahaan.

‘’Saya sangat berbahagia, direksi yang ada didukung penuh oleh mayoritas pemegang saham,’’ kata Nathaniel Rothschild, pemegang saham kedua terbesar Asia Resources dengan saham sekitar 18%. ‘’Dewan direksi kini mendapat mandat penuh dengan rencana operasi dan restrukturisasi keuangan Berau,’’ kata Rothschild. Berau merupakan satu-satunya aset tambang Asia Resources.

Rothschild bersama Samin Tan adalah pendiri perusahaan. November lalu ia menawarkan menjamin penerbitan saham baru demi memangkas hutang. Dengan cara itu, sahamnya akan bertambah. Berau, perusahaan dengan nilai pasar US$ 50 juta memiliki hutang US$ 1 miliar, 20 kalinya.

Wallace King, yang menjadi komisaris utama baru menggantikan Bob Kamandanu, mengatakan terdapat kemajuan penting dalam pembicaraan restrukturisasi obligasi. ‘’Minggu depan akan ada pengumuman sikap kami terhadap usulan Rothschild,’’ kata King.

Sumber foto: erwanminer.blogspot.com

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin