Rugi Melebar Akibat Belitan Perkara

Rugi Melebar Akibat Belitan Perkara
JAKARTA, TAMBANG. PERUSAHAAN publik yang terdaftar di London, Churchill Mining, PLC, melanjutkan gugatannya terhadap Pemerintah Indonesia atas kepemilikan satu-satunya aset miliknya, tambang batu bara di Kutai Timur. Akibat pembatalan perizinan usaha pertambangan itu, kegiatan Churchill kini hanya upaya untuk mengembalikan perizinan tersebut.     Churchill menghadapi persoalan finansial yang berat. Kerugiannya makin membesar. Dalam penjelasannya kepada Bursa Efek London, kemarin, Churchill mengatakan, pihaknya saat ini menghadapi dua perkara hukum. Selain berhadapan dengan Pemerintah Indonesia, Churchill juga didakwa mencurangi laporan keuangannya oleh otoritas Bursa London, selama Agustus 2010-Maret 2011.     Churchill melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar US$ 1,9 juta, dari Juni-Desember 2015. Periode yang sama tahun lalu, kerugiannya mencapai US$ 1,1 juta. Media London South East Asia menulis, kerugian itu terjadi karena perusahaan mengeluarkan biaya untuk administrasi kantor, plus mengongkosi pengacara untuk mengurus perkara hukum yang membelit Churchill.     Di Indonesia, Churchill menggandeng perusahaan lokal, PT Ridatama, memiliki izin usaha pertambangan di Kutai Timur. Akibat Pemerintah Indonesia membatalkan perizinannya, Churchill tidak bisa menambang.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin