Rio Tinto Siap Caplok Tambang Skandium Di New South Wales

Rio Tinto Siap Caplok Tambang Skandium Di New South Wales
Jakarta,TAMBANG,- Langkah perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto mengakuisisi Platina Scandium Project semakin dekat. Ini terjadi setelah perusahaan dengan aneka produk tambang ini menandatangani perjanjian yang mengikat dengan perusahaan pemilik sumber daya skandium bermutu tinggi di New South Wales. Rio Tinto akan mengakuisisi Platina Resources Limited (ASX: PGM) senilai USD14 juta. Sebagaimana diketahui, Rio Tinto saat ini memproduksi skandium oksida dari aliran limbah produksi titanium dioksida di Sorel-Tracy di Quebec, Kanada. Setelah beroperasi, Proyek Skandium Platina akan memungkinkan Rio Tinto melipatgandakan produksi skandium tahunannya. Tambang ini berlokasi dekat Condobolin di pusat New South Wales dengan sumber daya yang bermutu tinggi yang dapat menghasilkan hingga 40 ton per tahun skandium oksida dan umur tambang hingga 30 tahun. Chief Executive Rio Tinto Minerals Sinead Kaufman menyebutkan bahwa skuisisi ini mendukung komitmen perusahaan terhadap mineral penting dan menemukan cara yang lebih baik untuk menyediakan bahan yang dibutuhkan dunia. “Ini akan memungkinkan kami untuk lebih berkembang dan tumbuh dengan pasar skandium global, melengkapi produksi skandium kami yang ada di Quebec, di mana kami memiliki keahlian, teknologi, dan kapasitas untuk menghasilkan skandium yang murni dan sangat andal melalui metode yang berkelanjutan.”terangnya dalam siaran pers pada Jumat (28/04). Ditambahan pula aksi korporaksi ini sejalan dengan tujuan strategis Rio Tinto untuk mengembangkan material penting untuk transisi rendah karbon. Untuk diketahui, Skandium adalah mineral langka, serbaguna, dan berguna untuk ekonomi hijau dan transisi energi. Ini masuk dalam kelompok mineral kritis oleh Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan banyak negara lainnya. Skandium adalah salah satu elemen paling efektif yang mampu memperkuat aluminium, sekaligus menawarkan peningkatan fleksibilitas dan ketahanan terhadap panas dan korosi. Akibatnya, digunakan untuk menghasilkan paduan aluminium berkinerja tinggi untuk aplikasi yang perlu ringan, kuat, dan tahan panas, termasuk di ruang angkasa, otomotif, penukar panas, barang olahraga, pencetakan 3D, dan aplikasi transmisi energi. Skandium oksida juga digunakan untuk meningkatkan kinerja sel bahan bakar oksida padat yang digunakan sebagai sumber daya ramah lingkungan untuk gedung, fasilitas medis, dan pusat pemrosesan data, serta produk ceruk seperti laser dan penerangan.

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin