Rio Tinto Akan Bangun PLTS Buat Masyarakat Di Lingkar Tambang Bauksit Di Semenanjung Gove

Rio Tinto

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang kelas dunia, Rio Tinto akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 5,25 MW di negara Gumatj dan Rirratjingu di Semenanjung Gove di Northern Territory. Program ini dilakukan sebagai upaya perusahaan tambang ini mengamankan pasokan listrik yang lebih berkelanjutan untuk wilayah tersebut selain pertambangan.

Untuk pembangunan PLTS ini, Rio Tinto menyewa lahan yang sudah disetujui Kelompok masyarakat Pemilik Tradisional Gumatj dan Rirratjingu. Ini juga menjadi langkah nyata mendukung masa depan rendah karbon bagi komunitas Gove setelah operasi penambangan berakhir. .

Dijelaskan PLTS ini akan memulai fase konstruksi pada Juli ini dan dijadwalkan selesai pada awal tahun 2025. Nantinya tambang Aggreko yang akan memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya hingga 10 tahun. Kedua lokasi tersebut akan memiliki kapasitas gabungan sebesar 10,5MW.

General Manager Operasi Gove Rio Tinto, Shannon Price menyebutkan Proyek tenaga surya Gove adalah bagian dari visi bersama perusahaan dengan Pemilik Tradisional untuk meninggalkan warisan positif bagi komunitas Semenanjung Gove setelah penambangan bauksit berhenti beroperasi. “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan klan Gumatj dan Rirratjingu untuk memberikan peluang mengamankan aset pembangkit listrik alternatif di negara mereka dan mendiskusikan peluang untuk mengkomersialkan infrastruktur energi di masa depan. Kami juga bekerja sama dengan Pemerintah Northern Territory dan Pemilik Tradisional untuk memastikan transisi yang lancar atas lahan sewaan dan aset serta infrastruktur kota seiring dengan persiapan Rio Tinto untuk menghentikan penambangan di Gove pada akhir dekade ini,”tandas Shannon.

Ia menambahkan Rio Tinto berkomitmen terhadap peran perusahaan dalam membantu merencanakan masa depan kawasan ini, termasuk menyediakan pilihan infrastruktur yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan. “Pembangkit listrik tenaga surya juga merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk mendekarbonisasi bisnis kami. Setelah beroperasi, mereka diharapkan dapat mengurangi emisi CO2e tahunan di operasi Gove kami hingga 17%. Kami juga bermaksud agar peternakan ini dapat mendukung energi berkelanjutan di wilayah ini selain pertambangan.”ungkapnya lagi.

Pada saatnya nanti ketika selesai dibangun, pembangkit listrik tenaga surya diharapkan dapat mengurangi konsumsi solar tahunan di wilayah tersebut sekitar 20%, atau 4,5 juta liter per tahun. Kemudian akan menurunkan emisi karbon tahunan sebesar lebih dari 12.000 ton, yang setara dengan menghilangkan 2.800 mobil bermesin pembakaran internal.

Sebagaimana diketahui, tambang Gove milik Rio Tinto berlokasi di Wilayah Utara Australia dan telah memasok bauksit kelas dunia kepada industri aluminium global selama lebih dari 40 tahun. Bauksit dari tambang Gove dikirim pasar internasional dan juga digunakan untuk memasok pabrik Queensland Alumina Limited dan Yarwun di Gladstone, Queensland. Pabrik-pabrik ini memproduksi alumina sebagai bahan baku untuk operasi peleburan aluminium Rio Tinto di Australia dan untuk dijual di pasar internasional.

Operasi penambangan bauksit di Semenanjung Gove diperkirakan akan berakhir pada akhir dekade ini dan upaya telah dilakukan untuk mendukung penutupan operasi dan rehabilitasi pabrik pengolahan, lokasi tambang, dan fasilitas tailing.

Setelah penutupan dan rehabilitasi kilang, lokasi tambang dan fasilitas tailing, lahan tersebut akan dikembalikan dan dikelola oleh Pemilik Tradisional, dengan Rio Tinto tetap bertanggung jawab atas pemantauan berkelanjutan terhadap lahan tailing.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin