Renault Umumkan Tim Untuk Balapan F1 2016

Jakarta – TAMBANG. Bob Bell ditunjuk F1 Chief Technical Officer dan akan dibantu Nick Chester sebagai Direktur Teknik Chassis dan Rémi Taffin sebagai Direktur Teknik Mesin. Sementara untuk pembalapnya telah ditujuk Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer untuk Renault Sport F1 didukung Esteban Ocon, yang sebagai Third dan Cadangan driver.   Renault Sport Formula One Team beberapa waktu lalu telah meluncurkan mobil baru untuk ajang F1 tahun 2016.  Di pacuan baru yang diberi nama R.S.16 ini sasisnya dikembangkan dan diproduksi di Enstone, sementara unit daya Renault R.E.16 akan dikembangkan di Viry-Chatillon.   Mitra Renault-Nissan Alliance Infiniti akan melanjutkan perjalanannya di Formula Satu bersama Renault dan akan meningkatkan keterlibatannya melalui program teknologi tertentu mengembangkan generasi kedua dari sistem pemulihan energi (ERS) untuk unit daya F1.   Selain itu, Renault juga mengumumkan kemitraan baru dengan merek bergengsi lainnya, termasuk jam tangan premium pemasok, Bell & Ross, penemu revolusioner sistem audio, Devialet, perusahaan pakaian Bestseller serta hubungan terus dengan mitra saat ini tim F1, termasuk Microsoft dan EMC.   Renault akan melanjutkan hubungan kerja dengan Gravity Motorsports, afiliasi dari Genii Capital Group, yang akan mempertahankan kepemilikan saham minoritas di tim F1. Genii dan Gravity bekerja tanpa lelah untuk menjamin kelangsungan hidup tim dalam keadaan sangat sulit dan Renault dengan bangga mengakui komitmen Gerard Lopez ini dan tetap menjadi direktur non-eksekutif tim.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda