Rayakan HUT ke-35, Multi Power Gelar Fun Walk dan Gathering Bertema Future Built on Excellence

PT Multi Power merayakan Hari Ulang Tahun ke-35 dengan menggelar Fun Walk & Gathering bertema “Future Built on Excellence” sebagai penanda kiprahnya di industri alat berat Indonesia.

Rayakan HUT ke-35, Multi Power Gelar Fun Walk dan Gathering Bertema Future Built on Excellence

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power merayakan Hari Ulang Tahun ke-35 dengan menggelar Fun Walk & Gathering bertema “Future Built on Excellence” sebagai penanda kiprahnya di industri alat berat Indonesia. Acara berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Airdome PIK 2, Jakarta.

Perayaan ini menjadi refleksi perjalanan perusahaan dalam membangun kompetensi teknis dan konsistensi kualitas di segmen undercarriage serta ground-engaging tools (G.E.T.).

Perwakilan manajemen Multi Power, Joseph Effendy, menyampaikan bahwa peringatan 35 tahun tersebut dimaknai sebagai momentum reflektif sekaligus penegasan arah perusahaan ke depan.

“Tema “Future Built on Excellence” merepresentasikan fondasi pertumbuhan yang dibangun melalui kualitas, keahlian teknis, dan komitmen jangka panjang terhadap kebutuhan pelanggan,” ungkap Joseph dalam keterangannya, Minggu (1/2).

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan inovasi, digitalisasi, serta pendekatan wear intelligence sebagai bagian dari penguatan solusi yang ditawarkan.

Rangkaian acara Fun Walk & Gathering ini diisi dengan aktivitas kebugaran, sesi kebersamaan, serta apresiasi loyalitas, yang dirancang untuk memperkuat ikatan internal dan eksternal sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap perjalanan perusahaan selama 35 tahun terakhir.

Didirikan pada 1991, Multi Power tumbuh seiring perkembangan sektor pertambangan, kehutanan, konstruksi, agrobisnis dan berbagai sektor lainnya di Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan dikenal sebagai penyedia solusi undercarriage dan GET yang menekankan pendekatan berbasis aplikasi lapangan untuk meningkatkan produktivitas operasional dan menekan biaya suku cadang alat berat.

Dalam operasionalnya, Multi Power menjalin kemitraan dengan sejumlah OEM dan produsen global dari berbagai negara, termasuk Italia, Spanyol, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Kolaborasi ini ditopang oleh sistem pengendalian mutu yang berkelanjutan serta mambangun rantai pasok yang menjangkau lokasi pelanggan di seluruh Indonesia.

Selain distribusi produk, perusahaan juga mengembangkan layanan purna jual yang mencakup inspeksi teknis dan manajemen siklus hidup komponen berbasis data. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu pelanggan mengelola performa undercarriage dan G.E.T. secara lebih terukur dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin