Rancangan Kajian Pokja Timah dalam Tahap Final

TINS laba bersih

Jakarta, TAMBANG – Rancangan Kebijakan larangan ekspor timah yang sedang digodok kelompok kerja (Pokja) sudah dalam tahap finalisasi. Hal ini disampaikan Plh Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, Idris Froyoto Sihite.

(Aturan yang dikaji Pokja timah ) masih kita finalisasi untuk mendapatkan skema yang terbaik, ” ujarnya, Jumat (11/11).

Menurut Idris, Tim Pokja memerlukan waktu yang cukup untuk menghasilkan aturan yang ideal agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dan tentunya akuntabel ke depan. Cari formulasi yang baik,” jelasnya.

Salah satu tugas Tim Pokja adalah mengkaji jenis-jenis timah yang akan dilarang ekspor. Selain itu Tim juga akan menjabarkan prinsip pengembangan hilirisasi sesuai suplai dan demand.

Berdasarkan pantauan Majalah TAMBANG, sejauh ini timah yang akan dilarang mengacu pada timah ingot 99 persen. Sedangkan bijih timah memang sudah lama tidak diekspor.

Beberpa waktu lalu, Menteri Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan ini sudah saatnya dlakukan pemerintah, mengingat selama ini hilirisasi timah dalam negeri hanya mencapai 5 persen. Sisanya diekspor ke luar berupa ingot timah.

“Timah terbesar di dunia penghasilnya adalah China tapi dia melakukan hilirisasi sampai 60-70 persen. Kedua Indonesia tetapi Indonesia hanya melakukan hilirisasi sebanyak 5 persen. Selebihnya ekspor,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda