Prabowo: Tutup 1.000 Tambang Timah Ilegal, Laba PT TIMAH Naik 9 Kali Lipat

Prabowo: Tutup 1.000 Tambang Timah Ilegal, Laba PT TIMAH Naik 9 Kali Lipat
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung berdampak terhadap peningkatan kinerja PT TIMAH Tbk. Salah satunya tercermin dari lonjakan keuntungan bersih perusahaan pada semester I 2026.

Prabowo mengatakan, pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025. Menurutnya, langkah tersebut turut memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan tambang timah milik negara tersebut.

“Awal tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, dikutip Sabtu (15/8).

Ia menyebutkan, laba bersih PT TIMAH pada enam bulan pertama 2026 mencapai Rp2,7 triliun. Angka tersebut melonjak sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp300 miliar.

“Dampaknya, keuntungan bersih PT TIMAH dalam enam bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp300 miliar,” ujarnya.

Selain peningkatan laba, Prabowo juga menyebut terjadi lonjakan valuasi PT TIMAH. Berdasarkan data yang disampaikannya, valuasi perusahaan pada Agustus 2026 meningkat 280% dibandingkan posisi pada Agustus 2025.

Kinerja tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kinerja dan nilai perusahaan setelah pemerintah melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan timah ilegal di Bangka Belitung.

Penutupan tambang ilegal menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola pertambangan sekaligus memastikan kegiatan eksploitasi sumber daya alam berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, peningkatan kinerja PT TIMAH juga perlu dilihat dalam konteks berbagai faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan, termasuk produksi, harga timah, penjualan, serta kondisi pasar komoditas global.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin