Putusan Pembubaran Petral di Tangan Komisaris Pertamina

Putusan Pembubaran Petral di Tangan Komisaris Pertamina

Jakarta - TAMBANG. Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas Oktober 2014 silam, salah satu isu yang banyak disorot adalah pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Namun hingga kini, belum ada kepastian soal kelanjutan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berbasis di Singapura itu.

Rini Soemarno, Menteri BUMN, berujar bahwa pembubaran Petral harus melalui proses korporasi. Keputusan itu pun akan menyangkut anak-anak usaha Pertamina lainnya, yang akan menggantikan peran Petral dalam pengadaan minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami menekankan pada direksi, bahwa ini perlu diproses korporasi. Petral terstruktur bukan cuma satu usaha, ada anak-anak usaha yang harus diselesaikan," ungkap Rini di Jakarta, Minggu (3/5).

Kementerian BUMN sendiri telah memberikan laporan kepada Presiden terkait hal itu. Namun nantinya Direksi Pertamina harus menyerahkan laporan secara menyeluruh dan detail kepada komisaris‎, agar dapat mengambil keputusan terkait Petral.

"Minggu-minggu ini direksi lapor ke komisaris, dan komisaris yang akan memutuskan," tegasnya.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, sendiri sempat memastikan pembubaran Petral karena dianggap tak lagi dibutuhkan dalam pengadaan minyak. Fungsi Pertamina Energy Services (PES) akan dioptimalkan menjadi perusahaan dagang minyak internasional, sehingga bisa menggantikan peranan Petral. Rekomendasi tersebut sudah disosialisasikan kepada para pemegang saham untuk dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin