PT Timah Tbk Jaga Keseimbangan Ekosistem Lingkungan Lewat Reklamasi Laut

PT Timah Tbk Jaga Keseimbangan Ekosistem Lingkungan Lewat Reklamasi Laut

Jakarta, TAMBANG – PT Timah Tbk melaksanakan reklamasi di darat dan laut sesuai dengan pola penambangan yang dilakukan secara onshore dan offshore. Hal ini sebagai bentuk komitmen anggota holding industri pertambangan MIND ID dalam melakukan pengelolaan lingkungan.

Reklamasi laut yang dilakukan emiten berkode TINS ini, merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Reklamasi laut yang dilakukan TINS yakni penenggelaman artificial reef, membuat penahan abrasi, melakukan penanaman mangrove, melakukan pemantauan kualitas air, melakukan restocking cumi, dan restocking kepiting bakau.

Program reklamasi laut yang dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau ini dilaksanakan sesuai dengan rencana reklamasi perusahaan.

Memasuki akhir tahun 2022, TINS telah merampungkan 100 persen rencana reklamasi laut. TINS telah meneggelamkan 1.920 unit artificial reef di 11 lokasi di Pulau Bangka, melakukan restocking cumi sebanyak 20.000 ekor di Pulau Bangka dan melakukan pemantauan kualitas air.

Sedangkan di Pulau Karimun dan Kundur, TINS melakukan pemasangan 450 meter penahan abrasi, penanaman mangrove seluas 1,5 hektare, dan melakukan restocking kepiting bakau 1.400 ekor.

“Rencana reklamasi tahun 2022 telah terealisasi 100 persen, reklamasi laut merupakan komitmen PT Timah Tbk sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut,” ucap Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan melalui keterangan resminya, Kamis (15/12)

Anggi menjelaskan penenggelaman artificial reef diharapkan menjadi tempat ikan berkembang biak dan diharapkan dapat menjadi wilayah tangkapan baru bagi nelayan.

Dalam melaksanakan reklamasi laut, TINS juga melibatkan civitas akademik dari Universitas Bangka Belitung dan masyarakat sekitar.

“Reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk merupakan bentuk refleksi atas komitmen PT Timah Tbk dalam mengimplementasikan kaidah pertambangan yang baik. Reklamasi yang dilakukan merupakan bagian dari proses bisnis perusahaan yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Anggi.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin