Proyek IDD Chevron Akan Dikaji Ulang

Proyek IDD Chevron Akan Dikaji Ulang

Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkaji ulang surat revisi yang diberikan pihak Chevron terkait proyek Gas Alam di Laut Dalam Indonesia atau Indonesia Deepwater Development (IDD). Kemungkinan proyek tersebut akan kembali berjalan setelah sekian lama terkatung-katung.

Revisi proposal yang diberikan oleh Chevron saat ini sudah sampai di tangan Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga masih menjadi pembahasan pihak internal SKK Migas.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (migas) ESDM, I Nyoman Wiraatmaja mengatakan Chevron telah mengirimkan surat tertanggal 7 November 2014 tahun lalu. “Iya benar, sudah ada di SKK Migas dan tembusan ke Dirjen Migas ESDM,” terangnya, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, dalam surat tersebut, Chevron meminta perpanjangan kontrak Blok Makasar Strait, Blok Ganal dan Blok Rapak lebih ekomonomis. Menurutnya, proyek IDD memang dinilai cukup strategis. “Perihal penambahan investasi belum disebutkan, sementara ini masih dalam pembahasan,” katanya.

Terkait hal itu, Menteri ESDM, Sudirman Said menuturkan meski dalam tahap kajian namun hingga saat ini belum ada kesimpulan yang pasti. Walau begitu, ia menilai, Chevron masih memiliki komitmen untuk melanjutkan proyek IDD.

“Mereka masih komit investasi meskipun tertunda sejak lama, maka dari itu kita sedang menunggu hasil revisi proposal dan aturan yang berlaku,” tandas dia.

Deputi Pengendalian Perencanaan, SKK Migas, Ausie B Gautama juga membenarkan itu. Namun, Ausie menekankan bahwa dirinya memang belum mengetahui berapa lama perpanjangan kontrak yang diminta oleh Chevron. Bahkan terkait penambahan investasi.

"Jadi sekarang ada tiga blok yang dimintakan perpanjangan kontrak. Diperpanjangnya sampai kapan, ya sampai nilai keekonomian proyek tercapai," terangnya.

Seperti diketahui, Blok Makassar Straits akan habis masa kontraknya pada tahun 2020, Blok Rapak tahun 2027, sementara Blok Ganal pada tahun 2028.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin