Proposal Tesla Masuk, Indonesia Tekankan Aspek Transfer Teknologi

Proposal Tesla Masuk, Indonesia Tekankan Aspek Transfer Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Negosiasi dengan Tesla Inc soal investasi pabrik kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan progres. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto mengatakan, proposal raksasa industri mobil listrik asal Amerika Serikat itu, sudah dikirim ke pihak Indonesia.

“Proposal Tesla sudah diterima kemarin pagi, dan sudah dipelajari secara internal. Namun terkait isinya belum dapat dibuka karena dari pihak mereka juga sangat ketat,” ungkap Seto saat konferensi pers virtual, Jumat (5/2).

Menurutnya, Pemerintah akan menindaklanjuti proposal tersebut, dan menggelar pertemuan bersama pihak Tesla pada pekan depan. Sayangnya, Seto belum bisa memberi rincian terkait isi proposal dan pokok-pokok negosiasi.

“Detailnya yang lain kita belum bisa disclose,” ujarnya.

Namun ia memastikan, salah satu pokok utama yang bakal ditekankan dalam negosiasi itu, Indonesia tidak boleh hanya ambil peran sebagai pemasok bahan baku material mentah. Melainkan harus ada kesepatan yang mengarah untuk mempercepat proses transfer teknologi.

“Kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar dari sini karena salah satu yang kita minta adalah transfer teknologi. Kalau mereka hanya ambil bahan baku, kita gak tertarik,” beber Seto.

Selain rencana investasi kendaraan listrik, Tesla juga diminta untuk mengembangkan energy storage system alias ESS di Indonesia. Teknologi ini merupakan sistem penyimpanan energi dengan daya besar, yang menjadi komponen utama pengembangan energi terbarukan.

Untuk diketahui, awalnya tim Tesla dikabarkan akan mengunjungi Indonesia pada Januari lalu. Hal tersebut disampaikan Menko Luhut Binsar Pandjaitan di penghujung tahun 2020. Rencana kedatangan tim Tesla diundur menjadi Februari 2021.

Namun, lagi-lagi rencana tim Tesla ke Tanah Air di awal Februari kembali ditunda. Hal ini lantaran adanya kebijakan dari pemerintah melarang masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Tujuan kebijakan tersebut dibuat untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, yang baru-baru ini terus melonjak hingga mencapai total 1 juta kasus.

Artikel Terkait

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin