Produsen Baja Prioritaskan Pasar Lokal

Produsen Baja Prioritaskan Pasar Lokal

Jakarta – TAMBANG. Produsen baja Indonesia lebih memilih menjual produknya di lokal dari pada ekspor. Terbukti, meski pemerintah Filipina secara resmi telah mengeluarkan notifikasi penghentian penyelidikan safeguard untuk produk baja Galvanized Iron (GI) dan Prepainted Galvanized Iron (PPGI), namun hal tersebut tidak membuat produsen lokal berambisi untuk menggenjot ekspor.

Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidajat Triseputro mengatakan, penghentian penyelidikan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap ekspor untuk kedua produk tersebut. "Kecil pasar kita ke Filipina. Kita tidak fokus ekspor, lokal lebih potensial," kata Hidajat belum lama ini seperti yang dikutip Kontan (2/3).

Semangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memajukan sektor kemaritiman akan menjadi celah tersendiri untuk pasar baja. Sekedar gambaran saja, penghentian penyelidikan safeguard untuk kedua produk baja oleh pemerintah Filipina tersebut dilakukan atas laporan penetapan awal atau preliminary determination pada 2 Februari 2015.

Pemerintah Indonesia sudah menyampaikan sanggahan bahwa pangsa impor Indonesia untuk kedua produk tersebut kurang dari 3%. Dengan demikian, Indonesia telah memenuhi persyaratan untuk dikecualikan dari pengenaan safeguard measure.

Dengan adanya penghentian penyelidikan ini tentu saja menjadi angin segar bagi eksportir produsen baja GI dan PPGI dalam negeri untuk dapat memanfaatkan pangsa pasar ekspornya di Filipina tersebut.

"Ini kesempatan yang baik bagi para eksportir produsen baja GI dan PPGI untuk dapat memanfaatkan pangsa pasar ekspornya di Filipina dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian target peningkatan ekspor 300%," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan.

Penyelidikan safeguard untuk GI dan PPGI sendiri dimulai sejak 9 Oktober 2013. Secara resmi pada 2 Februari 2015, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina telah menyampaikan preliminary determination yang menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya serious injury pada industri domestik Filipina akibat adanya kenaikan impor GI dan PPGI.

Artikel Terkait

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Tuban, TAMBANG – Kolaborasi PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan SMK Negeri 3 Tuban tidak hanya melahirkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah gerobak sampah bertenaga listrik yang dikembangkan bersama sebagai bagian dari program PAMA Safe School. Peluncuran gerobak sampah listrik dilakukan bersamaan dengan

By Rian Wahyuddin
PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

Jakarta,TAMBANG,-Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini perusahaan meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan

By Egenius Soda