PGN Teken Kerjasama dengan PT Millenium Power

PGN Teken Kerjasama dengan PT Millenium Power

Jakarta-TAMBANG. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengklaim terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi di sektor kelistrikan. Salah satu caranya dengan melaksanakan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan PT Millenium Power (PT Millenium) tentang Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada Rabu, 1 April 2015 di Kantor Pusat PGN, Jakarta. PT Millenium Power merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN), Hendi Prio Santoso mengatakan, kerjasama penyaluran gas bumi dengan PT Millenium Power merupakan bagian dari komitmen PGN untuk meningkatkan penggunaan gas bumi di dalam negeri, khususnya di sektor kelistrikan.

Melalui penggunaan gas bumi yang terbukti lebih ramah lingkungan, efisien dan aman, pembangkit listrik yang dioperasikan oleh PT Millenium diharapkan akan semakin kompetitif dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian Indonesia.

“PGN menyambut gembira kerjasama dengan PT Millinium Power untuk memasok gas bumi bagi kebutuhan pembangkit listrik. PGN berharap pemanfaatan gas bumi ini akan semakin memperkuat kemandirian energi nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” kata Hendi Prio Santoso di Jakarta, Rabu (1/4)

Sesuai PJBG, Perusahaan Gas Negara (PGN) akan mulai menyalurkan gas bumi ke pembangkit listrik milik PT Millenium Power pada triwulan I tahun 2017 hingga akhir tahun 2024. Penyaluran gas bumi dilakukan secara bertahap dengan total kebutuhan gas sebesar 591 BBTUD.

PGN sebelumnya juga telah menandatangani PJBG dengan tiga pembangkit listrik di wilayah Lampung. Tiga pembangkit tersebut adalah pembangkit listrik Sri Bawono, Sutami dan Tarahan. Adapun pasokan gas yang akan dialirkan untuk tiga pembangkit tersebut sebesar 45 MMSCFD.

Hendi Prio Santoso mengatakan, untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional, PGN akan terus bersinergi dengan para stakeholders dan pelaku usaha lain dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Dengan pengalamannya selama 50 tahun membangun infrastruktur dan mendistribusikan gas bumi, PGN telah membuktikan bahwa gas bumi mampu menjadi energi alternatif yang akan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian dan kesejahteraan Indonesia.

“Sebagai perusahaan milik negara yang memiliki rekam jejak panjang di sektor gas bumi, PGN percaya bahwa gas bumi dapat menjadi solusi bagi pemenuhan energi nasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, PGN akan terus berinisiatif membangun infrastruktur gas dan mendukung program konversi energi ke gas bumi yang telah dicanangkan pemerintah,” tegas Hendi Prio Santoso.

Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai perusahaan milik negara telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang infrastruktur gas bumi. Tahun ini PGN berusia 50 tahun. Selama 50 tahun ini PGN berperan aktif dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Hingga saat ini PGN memiliki dan mengoperasikan jaringan infrastruktur pipa gas bumi lebih dari 6.200 kilometer.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin