Petrosea Sabet Posisi 43 Perusahaan Terbaik Versi Forbes Indonesia

Petrosea Sabet Posisi 43 Perusahaan Terbaik Versi Forbes Indonesia

Jakarta, TAMBANG – PT Petrosea Tbk menyabet posisi ke-43 dalam kategori 50 perusahaan terbaik versi Forbes Indonesia. Pencapaian tersebut diraih berkat penerapan digitalisasi dalam operasional proyek perusahaan.

Adapun seleksi penyaringan 50 perusahaan terbaik, dilakukan pada 700 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Setelah melewati proses seleksi, Petrosea terpilih menduduki urutan ke-43.

Salah satu potret digitalisasi yang dilakukan Petrosea, yaitu memulai transformasi digital pada kegiatan pertambangannya sejak dua tahun lalu. Seperti optimized truck dispatch, real-time performance monitoring dan predictive maintenance.

Berkat terobosan tersebut, Petrosea juga dipilih oleh World Economic Forum untuk masuk ke dalam Global Lighthouse Network pada acara Annual Meeting of the Champions, yang diselenggarakan tahun lalu di Dalian, China.

Petrosea dinilai sukses mengimplementasi teknologi revolusi industri 4.0 untuk memacu kinerja finansial dan operasional di proyek Tabang, sebuah proyek tambang yang berlokasi di Kalimantan Timur.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin