Pesanan Berkurang, Banyak Tanker Menganggur

Pesanan Berkurang, Banyak Tanker Menganggur

SINGAPURA, TAMBANG. BELASAN tanker LNG diparkir, menganggur, di sekitar perairan Singapura, salah satu pusat perdagangan LNG di dunia. Ini menunjukkan sedang terjadi situasi yang memburuk di pasar LNG.

Media Gulf Times melaporkan kemarin, harga LNG untuk pasar spot turun hampir dua per tiga sejak Februari 2014. Penurunan terhadap permintaan LNG berbarengan dengan bertambahnya produksi. Pemilik kapal memarkir tankernya di dekat pelabuhan, agar kapal yang tak terpakai itu gampang dirawat. Sewaktu-waktu bila ada kontrak baru, kapal itu mudah bergerak.

Sebuah perusahaan pialang kapal LNG memperkirakan, sepersepuluh dari total 400 kapal tanker LNG yang ada di dunia, saat ini tak dipakai, karena melambagtnya pertumbuhan ekonomi di Cina, negara dengan perekonomian terbesar di Asia. Dampaknya bisa lebih buruk lagi.

‘’Saat ini terdapat 30-40 tanker minyak dan gas diparkir di Singapura. Beberapa di antaranya tak tahu harus berbuat apa,’’ kata Javier Moret, Kepala Bagian LNG sebuah perusahaan Jerman, RWE, dalam konperensi di Singapura, pekan lalu.

Menurut data dari Thomson Reuters, tujuh tanker menganggur di lepas pantai Johor, Malaysia, selama lebih dari dua pekan. Dua lainnya diparkir di selatan Batam, selama beberapa bulan. Sekitar 6 lainnya tengah dalam perbaikan di galangan Singapura. Total 15 tanker itu memiliki kapasitas 2,26 juta kubik meter LNG. Cukup untuk memenuhi kebutuhan Singapura selama dua pekan.

Bagi para pemilik kapal, satu hari tanker menganggur berarti mereka kehilangan US$60.000 biaya carter. Total LNG yang bisa dibawa 15 tanker itu, harganya sekitar US$200 juta untuk harga sekarang. Sekitar setahun lalu, harganya bisa mencapai $600 juta.

Singapura memiliki lokasi strategis. Terletak di antara produsen di Timur Tengah, Australia, Atlantik, dengan konsumen besar di Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

Ilustrasi: Sebuah kapal tanker di pelabuhan LNG Singapura.

Sumber: www.seatrade-global.com

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin