Perusahaan Singapura Beli Dua Blok Migas di Sumatera Selatan

Perusahaan Singapura Beli Dua Blok Migas di Sumatera Selatan
  JAKARTA, TAMBANG. MANDALA Energy Ltd, sebuah perusahaan yang fokus pada produksi dan eksplorasi minyak dan gas, meneken kesepakatan dengan perusahaan asal Australia, Cooper Energy Limited. Lewat kesepakatan itu, Cooper menjual 100% kepemilikannya di Kontrak Bagi Hasil Sumbagsel dan Merangin III, di cekungan Sumatera Selatan. Harga penjualannya US$ 8,25 juta.   Penjualan itu efektif sejak 1 Januari 2016, tetapi baru dikabarkan hari Rabu 10 Februari 2016 ini. Mandala Energy terdaftar di Singapura. Bagi Mandala, akuisisi ini menjadi pembelian aset hulunya yang kedua semenjak perusahaan berdiri pada Maret 2015. Pembelian ini masih menunggu persetujuan Pemerintah Indonesia.   ‘’Akuisisi terhadap dua Kontrak Bagi Hasil ini menjadi tonggak penting bagi Mandala Energy. Dari sisi portofolio, ini secara signifikan menambah kehadiran kami di Cekungan Sumatera Selatan. Kini kami juga memiliki aset berkualitas tinggi di situ. Kami akan segera melanjutkan survei seismik dan pemboran,’’ kata Kepala Eksekutif Mandala, Barry O’Donnell dalam siaran persnya, sebagaimana dimuat Rigzone hari ini.   Oktober lalu, Mandala Energy membeli aset hulunya yang pertama, dengan membeli 35% saham Kontrak Bagi Hasil Lemang, di Sumatra, dari PT Hexindo Gemilang Jaya. Hexindo merupakan anak perusahaan PT Ramba Energy, perusahaan milik orang Indonesia tetapi terdaftar di Bursa Singapura. Pembeliannya berharga US$ 179,6 juta.   PT Hexindo telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan lapangan Akatara di Blok Lemang. Konsultan DeGolyer & MacNaughton pada 2011 menghitung, lapangan Akatara diperkirakan memiliki sumber daya 511 juta barel minyak dan 468 miliar kaki kubik kondensat.   Mandala Energy didukung oleh perusahaan investasi global, Kolhberg Kravis Roberts & Co., yang menyediakan pinjaman plus dukungan teknis. Penjualan dua blok di Sumatera itu diawali dari penawaran oleh Cooper Energy pada Desember 2015. Cooper ingin menjual asetnya di Indonesia, dan fokus pada pasar energi di Australia bagian timur.  

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin