Pertamina Minta Dukungan Kementerian BUMN Kuasai Blok-Blok Migas

Pertamina Minta Dukungan Kementerian BUMN Kuasai Blok-Blok Migas

Jakarta - TAMBANG. PT Pertamina (Persero) bertekad menjadi raja di negeri sendiri, dengan mengambil alih blok-blok migas yang hampir kadaluwarsa. Karenanya perusahaan plat merah itu tak segan memintakan rekomendasi dari Kementerian BUMN, melalui Sahala Lumban Gaol, Staf Ahli Menteri BUMN.

"Kami meminta Pak Sahala dan Kementerian BUMN untuk mendukung usulan kami, memperoleh penugasan mengelola ladang minyak yang masa kelolanya hampir habis," kata Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina, di Jakarta, Kamis (29/1).

Salah satu blok yang sudah jatuh ke tangan Pertamina adalah Blok Kampar di Provinsi Riau. Tahun 2013 lalu, kontrak pengelolaan yang dipegang PT Medco E&P Indonesia habis masa berlakunya, dan dialihkan ke Pertamina.

Blok-blok lain yang menjadi incaran penguasaan Pertamina adalah Blok Mahakam, Blok West Madura Offshore (WMO), dan Blok Offshore North West Jawa (ONWJ).

Blok Mahakam saat ini dikuasai Total E&P Indoneisie, dan kontraknya habis bulan Maret 2017. Sementara di Blok ONWJ yang kontraknya berakhir Januari 2017, Pertamina lewat PT Pertamina Hulu Energi memegang kepemilikan (53,25%) bersama dengan CNOOC, Talisman, dan Salamander. Sedangkan untuk BlokWMO, Pertamina baru memegang saham 80%, dan sisanya masih ada di tangan Kodeco Energy.

"Kami yakin Pertamina siap mengambil blok migas itu," Dwi bertutur.

Daftar blok migas yang sebagian hak partisipasinya dipegang Pertamina. Sumber: Pertamina PHE.

Dwi juga mengaku bahwa Pertamina masih kalah dibandingkan dengan BUMN migas negara tetangga, yaitu Petronas di Malaysia. Petronas mampu menyumbang 70% produksi minyak Malaysia. Jauh dibanding Pertamina yang hanya berkontribusi sekitar 20% pada angka produksi minyak nasional.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin