Pertamina Lubricant Luncurkan Pelumas Food Grade Berlabel Halal

Jakarta-TAMBANG. PT Pertamina Lubricant meluncurkan lima produk pelumas Food Grade H-1. Kelima produk tersebut terdiri dari dua varian yaitu Food Grade Gear Oil dan Food Grade Hydraulic Oil yang sudah mengantongi tersertifikasi halal dari MUI. “Sejauh ini hanya kita yang baru mengantongi sertifikat halal, lainnya belum,” ungkap Presiden Direktur PT Pertamina Lubricants, Gigih Wahyu Hari Irianto disela-sela acara peluncuran produk di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (31/8). Ia menerangkan, dari lima produk tersebut empat diantaranya adalah varian Gear dan satu varian Hydraulic. Pelumas Food Grade yang berfungsi melindungi dan melumasi moving parts dari permesinan dalam proses produksi makanan di mana ‘incidental contact’ antara pelumas dan produk makanan kemungkinan terjadi. Secara umum, sambungnya, kualitas produk baru tersebut tidak jauh berbeda dengan produk pelumas lainnya yang memberikan performa pelumasan yang maksimal. Kelebihannya, produk yang diluncurkan oleh anak usaha dari PT Pertamina (Persero) itu menggunakan komponen-komponen yang dijamin aman bagi manusia seperti komponen sintetis khusus dan minyak nabati lainnya. Selain itu, aditif kimia yang digunakan Pelumas Food Grade hanya yang disetujui oleh US Food and Drug Administration (US FDA). “Jadi ketika proses produksi makanan tersebut terkontaminasi oleh pelumas tersebut akan tetap aman untuk dikonsumsi. Tidak akan berdampak apa-apa terhadap kesehatan. Selain itu pelumas kami menggunakan bahan baku yang tidak beracun dan halal. Ini kelebihannya,” bebernya. Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa mengatakan sejauh ini produk pelumas yang di pasaran masih banyak yang disangsikan kehalalannya. “Banyak produk impor, kami satu-satunya produk lokal yang melakukan itu,” katanya menegaskan. Ia bercerita, untuk mengembangkan produk tersebut, pihaknya membutuhkan waktu selama dua tahun. Mulai dari riset hingga mendapatkan jaminan halal dari MUI. “Prosesnya lumayan lama, karena banyak izin yang juga harus diurus,” aku Andria. Jika dibandingkan dengan perusahaan pelumas lainnya Pertamina Lubricant tergolong baru meluncurkan produk tersebut. Meski begitu, managemen Pertamina Lubricant tetap optimis bisa menjaring konsumen. Andria berharap dalam lima tahun ke depan produk pelumas yang dikhususkan untuk indutri makanan dan farmasi itu bisa mencapai 30% dari total penjualan perusahaan pengelola produk pelumas otomotif dan industri itu. “Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang menggunakan produk kami. Angkanya memang masih sedikit. Kami berharap lima tahun ke depan hasilnya sudah terlihat,” tutur Andria. Ke depan, Andria membocorkan akan mengembangkan varian pelumas Food Grade. “Ini kan baru ada dua jenis produk. Ke depan tentu akan kita kembangkan lagi. Kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin