Pertamina Ingin Fokus Di Bisnis Gas

Pertamina Ingin Fokus Di Bisnis Gas

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan energi plat merah, PT Pertamina (Persero) siap meningkatkan kemampuannya pada seluruh mata rantai bisnis gas secara terintegrasi. Langkah itu untuk memperkuat terjadinya perkuatan pasokan gas untuk domestik.

Sebagai perusahaan yang menguasai sumber gas dan terus mengembangkan infrastruktur gas pipa dan LNG, Pertamina yakin mampu berperan sebagai aggregator gas nasional yang dapat menjangkau sumber pasokan di dalam dan luar negeri serta memasok di banyak destinasi demand di Indonesia.

Direktur Pertamina, Dwi Soetjipto menyatakan bisnis gas Pertamina ke depan akan lebih dominan dibandingkan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, untuk memastikan prospek bisnis tersebut dapat dioptimalkan hasilnya di masa mendatang, Pertamina dan anak usaha di sektor gas saat ini agresif membangun infrastruktur gas alam di Tanah Air.

Dia mencontohkan, Pertamina yang merupakan pioneer bisnis LNG di dunia melalui LNG Plant Badak dan Arun kini tengah memproses rencana pembangunan beberapa fasilitas penerima LNG, baik di Jawa maupun Indonesia bagian Timur.

Infrastruktur tersebut akan melengkapi infrastruktur penerima LNG yang sudah ada, yaitu FSRU Jawa Barat (dioperasikan oleh PT Nusantara Regas) dan Arun Regas (dioperasikan oleh PT Perta Arun Gas), di mana modifikasi LNG Plant menjadi LNG Regasification di Arun juga merupakan yang pertama di dunia.

Melalui PT Pertamina Gas (Pertagas), Pertamina sedang menyiapkan proyek pembangunan pipa transmisi gas di Pulau Jawa yakni ruas Pipa Semarang โ€“ Gresik dan Semarang-Cirebon yang apabila proyek itu tuntas Trans Java Pipeline akan terwujud. Selain di Pulau Jawa, Pertagas juga membangun jalur pipa gas dari Arun ke Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatra Utara.

โ€œPerluasan jaringan infrastruktur gas ini sangat diperlukan, karena Pertamina bertekad untuk menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan gas baik untuk PLN dan industri, Pertamina harus dapat memenuhi kebutuhan gas nasional baik bersumber dari dalam maupun luar negeri,โ€ kata Dwi dalam keterangan persnya, Minggu (7/6).

Dari dalam negeri, Pertamina kini telah memproduksi gas sebanyak 1,63 miliar kaki kubik per hari dan telah mendapatkan alokasi gas dari dalam bentuk gas pipa seperti gas Jambaran-Tiung Biru dan Terang Sirasun Batur maupun dalam bentuk LNG domestik baik dari Bontang maupun Tangguh.

Adapun, dari sumber luar negeri, Pertamina mendapatkan kepastikan pasokan impor LNG dari Cheniere Corpus Christi, Amerika Serikat sebanyak 1,5 juta ton mulai 2019 selama 20 tahun, juga dari Afrika sebanyak 1 juta ton per tahun, mulai 2020 untuk jangka waktu 20 tahun.

Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani mengatakan Pertamina akan memanfaatkan potensi permintaan gas nasional dengan memastikan ketersediaan pasokan gas untuk kebutuhan gas di dalam negeri yang terus meningkat setiap tahun. Yenni menegaskan kebutuhan gas di Indonesia dalam jangka panjang sangat besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri.

โ€œAdanya proyek pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu MW membutuhkan gas sebagai bahan bakar dalam jumlah besar, selain batubara, panas bumi, dan sumber energi primer lainnya. Pertumbuhan sektor industri seiring laju pertumbuhan ekonomi nasional, serta sektor rumah tangga dan transportasi juga menjadi faktor penting bagi peningkatan permintaan gas nasional,โ€ terang Yenni.

Dengan situasi tersebut, menurut Yenni sumber daya domestik tidak akan cukup untuk menyokong upaya pemenuhan kebutuhan tersebut sehingga diperlukan impor. Pertamina pun, katanya, saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa produsen LNG besar dunia untuk memperkuat pasokan ke dalam negeri.

โ€œYang terpenting adalah bagaimana kebutuhan gas dalam negeri ini bisa terpenuhi dengan baik. Dengan penguasaan infrastruktur gas Pertamina yang terus berkembang, kami bisa pegang peranan penting karena Pertamina bisa menyerap pasokan dari multi sources, selanjutnya kami pun bisa pasok gas di banyak titik permintaan yang di sana infrastruktur kami telah tersedia.โ€

Artikel Terkait

Program Si Jame Perkuat Rantai Pasok Jahe Merah dan Buka Akses Pasar Petani Binaan CSR PAMA Indo

Program Si Jame Perkuat Rantai Pasok Jahe Merah dan Buka Akses Pasar Petani Binaan CSR PAMA Indo

Kutai Timur, TAMBANG โ€“ PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site INDO bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Bessai Berinta mengembangkan Program Sinergi Jahe Merah (Si Jame) untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani. Melalui program CSR yang dimulai sejak 2025 ini, PAMA mendampingi petani di Desa Suka Rahmat,

By Rian Wahyuddin
Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin