Peringati Hari Energi Terbarukan Indonesia-Jerman, GIZ: Sinergi Demi Masa Depan Lebih Cerah

Hari Energi Terbarukan Indonesia-Jerman

Jakarta, TAMBANG – Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) memperingati hari Energi Terbarukan Indonesia-Jerman (RE-Day) bersamaan dengan kegiatan Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2023 pada hari ketiga di Jakarta, Kamis (12/10).

Energy Hub Team Leader GIZ Indonesia, Gita Saptayani menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun, sinergi antara pakar energi Jerman dan Indonesia telah membuka banyak kemungkinan dan solusi di sektor energi terbarukan.

“GIZ, bersama dengan mitra- mitranya di ASEAN, tetap berkomitmen pada visi ini, bekerja bahu-membahu untuk menjamin masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi semua,” jelas Gita.

Kata dia, inti dari kolaborasi ini bukan hanya tentang menghasilkan energi, tetapi juga tentang menciptakan narasi berkelanjutan untuk komunitas yang bergantung padanya.

“Seiring kita semakin mendalam dalam dekade ini, penting untuk diingat bahwa setiap kilowatt yang dihasilkan secara terbarukan menandakan langkah menuju pemberdayaan lingkungan dan sosial ekonomi,” pungkasnya.

Direktur Jenderal untuk Asia, Kementerian Kerja Sama Ekonomi Federal Jerman (BMZ), Christine Toetzke menuturkan energi terbarukan saat ini sudah menjadi kebutuhan setiap negara. Kata dia, butuh kerja sama untuk menciptakan sumber energi yang berkelanjutan ini termasuk memberdayakan pulau-pulau dan warganya.

“Energi terbarukan bukan hanya pilihan; ini adalah keharusan untuk masa depan yang berkelanjutan. Secara kolektif, kita memiliki kemampuan untuk memberdayakan pulau-pulau dan meningkatkan masyarakat melalui solusi energi terbarukan yang kokoh,” ujar Christine.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi menyatakan, pihaknya selalu mendorong semua pihak untuk memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

“Kami tak pernah goyah dalam komitmen kami untuk mendorong energi terbarukan di Indonesia. Perjalanan kami ditenagai oleh inovasi dan kolaborasi,” beber dia.

Yudo menjelaskan bahwa peringatan Hari Energi Terbarukan Indonesia-Jerman 2023 menjadi salah satu momen penting untuk menegaskan kembali hal tersebut. “RE-Day 2023 adalah simbol dari upaya dan dedikasi kami untuk mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ucap Yudo.

Tema RE-Day tahun ini berkutat pada berbagai tantangan yang dihadapi oleh komunitas pedesaan. Solusi yang ditawarkan berkisar pada dukungan pemerintah, kontribusi dari sektor swasta, serta pengenalan dan implementasi teknologi energi terbarukan canggih.

RE- Day sendiri merupakan pertemuan tahunan para pemangku kepentingan dari pemerintah dan swasta yang diselenggarakan oleh GIZ melalui program 1,000 Pulau – Program Energi Terbarukan untuk Listrik Fase II (REEP2). Kegiatan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DG NREEC/DJ EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kedutaan Besar Jerman, Kamar Dagang Jerman, serta perusahaan sektor publik dan swasta.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda