PERHAPI Kembali Gelar Workshop Mining for Journalist

PERHAPI Kembali Gelar Workshop Mining for Journalist

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) kembali menyelenggarakan  Workshop Mining for Journalist untuk keempat kalinya. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan berbagai informasi serta isu-isu terkini yang ada di industri pertambangan kepada wartawan di sektor energi.

“Kegiatan ini sudah dimulai pada tahun 2023 dan kemudian secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain untuk mempererat silaturahmi antara pengurus PERHAPI dengan rekan-rekan wartawan, Workshop ini juga menjadi ajang tukar menukar informasi, sharing knowledge diantara kita terkait isu-isu di sektor pertambangan,”kata Ketua Umum PERHAPI Sudirman Widhy Hartono dalam sambutan pembukaan Mining for Journalist keempat di Jakarta, (10/2).

Industri pertambangan nasional saat ini banyak menghadapi berbagai tantangan dan dinamika baik yang berasal dari dalam negeri maupun global. “Dari dalam negeri kita ketahui akhir-akhir ini muncul beberapa kebijakan baru di sektor pertambangan dan sektor lain yang memberikan dampak kepada sektor pertambangan,”ungkapnya.

Beberapa kebijakan tersebut diantaranya dikembalikannya persetujuan RKAB dari sebelumnya tiga tahun menjadi satu tahun, pengurangan kuota produksi batubara dan nikel, isu-isu terkait langkah Satgas PKH, isu seputar penerapan B50 dan rencana pengambilalihan tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources.

Sebagai organisasi profesi, PERHAPI menjadi mitra Pemerintah dalam mendorong penerapan good mining practice. “Selama ini PERHAPI bersama asosiasi di lingkup industri pertambangan baik di hulu maupun di hilir terus berperan sebagai mitra Pemerintah dalam memberikan masukan-masukan konstruktif untuk kemajuan usaha pertambangan,”ungkapnya.

Kegiatan Workshop kali ini dibuat dalam tiga sesi dengan pembicara yang berasal dari pengurus PERHAPI. Di sesi pertama ada Irwandy Arif yang menyampaikan overview terkait industri pertambangan Indonesia di tengah transisi energi. Di kesempatan ini Irwandy menegaskan peran mineral kritis dan strategis dalam mendukung transisi energi.

Hal ini tergambar dari prospek mineral kritis dan strategis kedepan. Ia melihat dalam beberapa dekade mendatang, permintaan terhadap mineral akan berkaitan dengan transisi energi, peningkatan populasi, dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah.

“Demand mineral kritis sampai 2030 naik semua. Tapi kalau gonjang-ganjing seperti sekarang, nggak akan ada yang berani investasi. Potensi kita sebenarnya luar biasa. Pemerintah dan industri pertambangan harus memiliki pemikiran yang sama, kalau tidak maka akan sia-sia, kehilangan kesempatan,” tandasnya.

Ia juga menyoroti pengembangan ekosistem kendaraan listrik masih perlu infrastruktur yang memadai. “Antam sedang menjalankan proyek ini. Tapi memang kebanyakan kendaraan listrik menggunakan baterai LFP. Di Indonesia rencananya menggunakan NMC (nikel, mangan, cobalt),” terang Irwandy.

Sementara Wakil Ketua Umum PERHAPI Resvani menjelaskan tentang Mineral Kritis, Strategis dan Material Maju, potensi dan pengembangannya. Pembicara lainnya, Rizal Kasli menyampaikan tentang SDM di sektor pertambangan khusus terkait peningkatan profesionalisme dan kompetensi dalam mendukung tata kelola pertambangan di Indonesia.

Di sesi kedua, tampil tiga pembicara yang mewakili tiga segmen penting di industri pertambangan. F.H Kristiono, Ketua Bidang Kajian Batubara dan Renewable Energy PERHAPI menyampaikan tentang Peluang dan tantangan industri batubara. Pembicara kedua, Ketua Bidang Kajian Mineral Strategis. Mineral Kritis dan Hilirisasi Mineral PERHAPI Muhammad Toha. Tohan menyampaikan materi tentang peluang dan tantangan Industri pertambangan mineral.

Selanjutnya pembicara ketiga, Ardhi Ishak, Ketua Bidang hubungan Industri dan Asosiasi Industri PERHAPI menjelaskan tentang peluang dan tantangan usaha jasa pertambangan.

Sementara di sesi ketiga, Tonny Gultom, selaku Ketua Pokja Penyusunan ESG Nikel Perhapi  menyampaikan tentang perkembangan ESG secara global dan nasional. Kemudian Budi Hartono, Ketua Bidang Kajian Paska Tambang dan Ekonomi Hijau Pertambangan PERHAPI menjelaskan tentang langkah PERHAPI dalam mendorong Ekonomi hijau di pertambangan. PERHAPI bahkan telah menulis buku Ekonomi Hijau Pertambangan yang merupakan kajian PERHAPI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Masyarakat lingkat tambang lewat pemanfaatan areal bekas tambang, kegiatan PPM dan juga pemanfaatan DBH pertambangan.

Presentasi sesi ketiga ditutup oleh Andi Erwin Syarif yang saat ini menjadi anggota tim Pokja ESG Batubara. Andi menegaskan kembali peran industri pertambangan dalam mendorong pembangunan regional berkelanjutan. Peran industri pertambangan punya peran sebagai prime mover dalam pembangunan nasional dan khusus regional. Pertambangan berkelanjutan harus dipahami dengan dua hal yakni katalis dan transformatif.

Industri pertambang harus dilihat sebagai katalis bukan penopang untuk pembangunan regional jangka panjang. Kemudian juga transformatif bahwa pertambangan bukan tujuan tetapi alat dalam perspektif pembangunan regional yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin