Perbankan Lebih Waspada Kredit Bermasalah Pertambangan

Perbankan Lebih Waspada Kredit Bermasalah Pertambangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Jakarta, TAMBANG – Sektor perbankan meningkatkan kewaspadaan terhadap rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sektor pertambangan.

Hal ini dikatakan Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Boedi Armanto, setelah melihat NPL paling tinggi saat ini di sektor pertambangan dan kelapa sawit.

“Pertambangan masih rawan, tingkat NPL masih tinggi dan beresiko dalam meningkatkan kredit bermasalah perbankan hingga tahun depan,” kata Boedi, kepada wartawan, Kamis (7/12).

Berdasarkan data OJK, sampai September 2017, rasio NPL sektor pertambangan dan penggalian tercatat sebesar 8,12 persen. Rasio NPL ini mengalami kenaikan 1,7 persen dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar 6,38 persen.

Meski demikian, Boedi optimis resiko kredit sektor q di tahun depan akan membaik. Hal ini seiring dengan perkembangan harga komoditas yang mengalami perbaikan.

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (United Tractors) mendukung pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat melalui uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid EREV, rigid dump truck berkapasitas kelas 100 ton. Pengujian ini berlangsung di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco), dengan kegiatan operasional yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

By Rian Wahyuddin