Pemprov Sultra Apresiasi Ceria Corp sebagai Model Percontohan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi Ceria Corp dan menjadikannya sebagai role model hilirisasi nikel yang berkelanjutan.

Pemprov Sultra Apresiasi Ceria Corp sebagai Model Percontohan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi Ceria Corp dan menjadikannya sebagai role model hilirisasi nikel yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sultra, Sukanto Toding dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 5 Mei 2026.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh rombongan dinas terkait dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri strategis nasional.

“Tujuan kami datang ke Ceria kali ini adalah untuk membuktikan kesan positif yang kami peroleh saat Pameran HUT Sultra beberapa waktu lalu, bahwa Ceria Corp layak menjadi salah satu role model dalam penerapan Good Mining Practice yang mencakup tiga parameter utama, yaitu Environmental, Social, & Governance (ESG),” ujarnya, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (6/5).

Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap Ceria sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) karya anak bangsa yang telah berhasil melewati berbagai tahapan pengembangan, hingga saat ini mampu mengoperasikan Smelter ‘Merah Putih’ dan melakukan ekspor Low-Carbon Feronikel secara rutin.

“Kami bisa melihat langsung seluruh rantai proses bisnis Ceria Corp dari hulu hingga hilir. Ini menunjukkan bahwa Ceria sebagai perusahaan di Sulawesi Tenggara yang benar-benar berkomitmen menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Istimewa.

Adapun kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari interaksi sebelumnya saat Sukanto Toding mengunjungi booth Ceria Corp dalam ajang Pameran Harmoni HUT Sultra 2026 yang berlangsung pada 24–27 April 2026 lalu di Kendari. Pada kesempatan tersebut, Ceria menampilkan berbagai capaian dan inisiatif strategis perusahaan, yang kemudian mendorong diskusi lebih lanjut hingga terlaksananya kunjungan langsung ke site operasional perusahaan.

Dalam Pameran Harmoni Sultra 2026 lalu, Ceria Corp memang menghadirkan narasi komprehensif mengenai perjalanan perusahaan sejak 2017 hingga 2025. Narasi tersebut mencakup implementasi Good Mining Practice, pengembangan Smelter ‘Merah Putih’ berbasis teknologi mutakhir Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Line I, serta berbagai inisiatif keberlanjutan berbasis ESG. Selain itu, perusahaan juga menampilkan capaian di bidang ketenagakerjaan, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta produk unggulan UMKM binaan.

Tidak hanya itu, capaian PROPER Hijau yang diraih Ceria turut menjadi bukti dedikasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan (beyond compliance), melalui inovasi dan praktik terbaik yang berkelanjutan.

Terpisah, Head of Corporate Communication Ceria Corp, Adriantito Salim Lamo, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam Pameran Harmoni Sultra 2026 beberapa waktu lalu merupakan bagian dari strategi komunikasi publik yang mengedepankan transparansi dan edukasi. Ia meyakini bahwa komunikasi langsung dengan publik melalui ruang-ruang interaktif seperti pameran menjadi sarana efektif untuk membangun kepercayaan dan pemahaman bersama.

“Partisipasi kami di Pameran Harmoni Sultra merupakan upaya untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai bagaimana industri nikel dijalankan secara berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bagaimana Ceria tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar,” jelasnya.

Istimewa.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus atas kunjungan langsung Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra ke booth Ceria yang kemudian berlanjut dengan peninjauan ke site operasional. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan perhatian dan keterlibatan aktif pemerintah dalam melihat secara langsung praktik industri di lapangan.

“Bagi kami, kehadiran Bapak Kadis Perindag menjadi ruang dialog yang sangat positif. Dengan melihat langsung proses operasional, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih utuh sehingga sinergi antara pemerintah dan industri dapat terus diperkuat secara berkesinambungan,” tambah Adriantito

Melalui kunjungan ini, Ceria menegaskan perannya sebagai bagian penting dalam pengembangan hilirisasi industri nasional yang berdaya saing. Sejalan dengan itu, Ceria juga terus mendukung agenda hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Melalui sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha seperti Ceria Corp, diharapkan terwujud harmonisasi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin