Pemerintah Prioritaskan Kandungan Lokal di Proyek 35.000 Megawatt

Pemerintah Prioritaskan Kandungan Lokal di Proyek 35.000 Megawatt

Jakarta - TAMBANG. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman secara khusus menggelar rapat terkait proyek kelistrikan 35.000 megawatt. Tujuannya, mendorong Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam hajatan tersebut.

"Dalam rangka kandungan lokal pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW), ada beberapa hal yang disepakati," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo di Jakarta, Kamis (8/1).

Nantinya, untuk pembangkit listrik berkapasitas di atas 100 MW, pemerintah akan mewajibkan TKDN sebesar 30%. Sementara untuk pembangkit yang berkapasitas lebih kecil, porsi TKDN bahkan ditargetkan mencapai 60% -70%.

"Kami menyepakati kemampuan dalam negeri dari dua komponen, yaitu manufaktur dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Rapat memberikan dukungan bersama untuk pembangunan proyek 35 ribu MW. Industri nasional didorong partisipasi, baik kemampuan electric wire, boiler, trafo, sudah dikuasai," jelasnya lagi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, menegaskan bahwa komitmen pemerintah mendorong TKDN akan dilakukan secara selektif.

"Harus dilakukan proses seleksi yang tepat. Mana yang paling siap didorong," kata Sofyan.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto, merasa optimis dengan kemampuan industri dalam negeri saat ini. Terkait megaproyek kelistrikan tersebut, menurutnya TKDN sudah bisa mencapai 40%.

"Kalau di EPC kita sanggup kerjakan. Untuk manufakturnya yang pasti seperti boiler, alat-alat, trafo, kabel, itu 40 persen bisa tercapai. Tentu dengan insentif-insentif. Menteri Keuangan sudah janji untuk tinjau kebijakannya untuk bangun listriknya nanti," ungkap Unggul, yang menjadi tuan rumah rapat koordinasi tersebut.

Bambang Brodjonegoro, sang Menteri Keuangan pun membenarkan hal ini. Pihaknya mengaku akan menyiapkan kebijakan fiskal terkait, seperti tax holiday dan pembebasan bea masuk komponen listrik.

“Bisa berbentuk insentif fiskal seperti tax holiday bagi industri turbin dan boiler. Tetapi produsen harus ikuti aturan fiskal, seperti investasi minimal Rp1 triliun. Kemudian, bea masuk ditanggung pemerintah. Ini juga mengikuti ketentuan berlaku,” urainya.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin