Pemerintah Persilakan Investor Tiongkok Ambil Alih Proyek 10.000 MW

Jakarta – TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dianggap kurang maksimal dalam menggarap Proyek 10 Ribu Megawatt (MW) tahap pertama. Proyek yang diharapkan bisa terealisasi setidaknya 90% dari kapasitas yang ditargetkan tersebut, pada kenyataannya hanya tercapai 60%-nya saja.

Pemerintahan Joko Widodo pun akhirnya menyetujui pinangan dari investor asal Tiongkok untuk mengoptimalkan proyek ini. Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa manajemen PT PLN (Persero) tengah mempersiapkan proyek-proyek pembangkit yang belum optimal itu untuk diserahkan ke investor Tiongkok yang berminat.

“Itu sudah dibicarakan dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan beberapa BUMN di sana untuk bagaimana mengoptimalkan kembali, meningkatkan kapasitasnya, Sehingga, mereka sangat tertarik untuk mengambil alih,” ujar Rini di Istana Kepresidenan, Senin (13/4).

Pengambilalihan itu sendiri direncanakan akan memakai mekanisme penjualan (sales) dan sewa (lease back). Skema tersebut dinilai lebih menguntungkan dibanding pembelian kembali (buy back) untuk memancing investor.

"Jadi yang tadinya pembangkit milik pemerintah, nantinya menjadi Independent Power Producer (IPP). Nantinya bisa dikembalikan lagi, pada akhirnya menjadi milik PLN. Dalam prosesnya mereka mengambil alih dengan meningkatkan kapasitas," jelas Rini.

Tak hanya bagi investor asing, mekanisme itu pun menguntungkan PLN dari sisi finansial. Karena, perusahaan plat merah itu bisa meningkatkan kapasitas produksi listrik dengan cepat tanpa harus keluar modal terlebih dulu. Pada saat yang bersamaan, PLN justru bisa meraup pendapatan dari ongkos sewa pembangkit tersebut.

"Sehingga, PLN dapat memanfaatkan dana itu untuk pembangunan pembangkit yang baru, termasuk untuk yang bagian 35.000 megawatt," pungkasnya.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin