Pemerintah Kaji Ulang Durasi Penyesuaian Harga BBM

Pemerintah Kaji Ulang Durasi Penyesuaian Harga BBM

Jakarta - TAMBANG. Pemerintah tengah mengkaji kembali pola penyesuaian harga BBM secara berkala, untuk mendapat hasil yang optimal. Opsinya adalah untuk memberlakukan penyesuaian harga secara dwimingguan, bulanan, atau beberapa bulan sekali.

Untuk itu, pemerintah bersedia memperhatikan masukan dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti dunia usaha, DPR, dan masyarakat.

“Kebanyakan memberikan pandangan bahwa ada baiknya durasinya diperpanjang, untuk memudahkan dunia usaha melakukan perencanaan. Kami juga sudah konsultasikan dengan Bapak Presiden untuk mempertimbangkan itu," ujar Menteri ESDM, Sudirman Said, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Rabu (8/4).

Namun Sudirman membeberkan bahwa dengan durasi yang semakin panjang, maka konsekuensinya perubahan harga bisa menjadi sangat tajam. Bila pola penyesuaian harga BBM seperti ini yang dipilih, maka PT Pertamina (Persero) sebagai ujung tombak juga harus melakukan persiapan-persiapan, termasuk memikirkan aspek kinerja keuangannya.

Sudirman berkaca pada tren harga minyak dunia dan memprediksikan bahwa harga BBM cenderung akan mengalami kenaikan. Meski untuk merinci, namun ia mengestimasikan harga minyak dunia akan mencapai kisaran US$ 65-70 per barel, memasuki musim panas di belahan bumi utara pada bulan Juni nanti. Ia pun menyebut bahwa harga tidak akan turun lebih rendah dari yang tercatat bulan Januari silam.

Dijelaskannya bahwa pemerintah telah menggariskan kebijakan terkait BBM bukan hanya sebagai penyedia kebutuhan, tetapi juga mengedukasi bahwa energi ada harganya.

Meski demikian, ia menampik cap liberalis yang diterakan kepada pemerintah dengan melepas harga BBM sesuai mekanisme pasar. "Pemerintah melakukan intervensi, tidak semata-mata menyerahkannya pada harga pasar," bantahnya tegas.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin