Pemerintah India Melelang 100 Blok Tambang

Pemerintah India Melelang 100 Blok Tambang
Perempuan buruh tambang batu bara di India. Sumber: danielberehulak.com
NEW DELHI, TAMBANG. PEMERINTAH India  melelang 19 tambang emas, tiga tambang berlian, dan delapan tambang bijih bisa. Lelang itu dilakukan bersama 70 megablok lain yang  luas areanya minimum 100 kilometer persegi. Keseluruhan tambang itu terletak di 22 negara bagian.     Badan Survei Geologi India telah menyerahkan daftar 100 megablok di 22 negara bagian kepada Kementerian Pertambangan untuk dilelang kepada perusahaan pengelola tambang yang berminat, baik di lokal maupun internasional.     Data wilayah sudah diserahkan dari Badan Survei Geologi India kepada Kementerian Pertambangan. ‘’Kami telah memerintahkan Badan Survei Geologi untuk mengirimkan data guna keperluan eksplorasi. Badan Survei Geologi telah menunjuk 100 blok dengan luasan 100 kilometer persegi atau lebih untuk dieksplorasi,’’ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertambangan, Balvinder Singh kepada koran Economic Times.   ‘’Kami berharap bisa memfinalkan kebijakan untuk eksplorasi mineral segera, sehingga rincian modal bagi hasil akan segera diketahui,’’ kata Balvinder Singh.   Pemerintah India akan mengubah kebijakan industri pertambangan India. Saat ini India baru bisa melakukan eksplorasi  terhadap 10% wilayah yang diduga memiliki kandungan mineral, sementara Australia sudah menyelesaikan 100%.   Di antara tambang besar  yang akan dilelang adalah wilayah 27 tambang logam dasar, 8 tambang bijih besi, 8 tambang batu gamping, dan 9 tambang tungsten. Selain itu juga terdapat 5 tambang mangan, 6 nikel, dan 5 mineral langka.   Perusahaan yang ingin ikut dalam pekerjaan eksplorasi harus terdaftar di India. Lelang pekerjaan ini dilakukan secara elektronik. Perusahaan yang berminat harus menunjukkan berapa royalti yang akan dibayarkan kepada pemerintah, serta lamanya penambangan.   Semakin besar  bagian yang ditawarkan kepada pemerintah, kemungkinan menang bagi si perusahaan itu makin besar.   Essar Steel India muncul sebagai calon kuat pemenang untuk tambang besi blok Ghorhaburhani-Sagasashi, di kabupaten Sundargarh, dengan penawaran final 44,35%  dari plafon.   Menurut perkiraan awal yang dihitung oleh Direktorat Baja dan Tambang, pemerintah negara bagian akan mendapat Rs 11.300 crore (sekitar Rp 22,02 triliun), yang didapat dalam waktu 50 tahun. Jumlah itu belum termasuk royalti yang besarnya 15% dari harga, bantuan bagi dana mineral kabupaten (30% dari total royalti), serta 2% bagi Dana Eksplorasi Mineral nasional.   ‘’Kalau dari proses lelang, pemerintah negara bagian hanya akan mendapat Rs 92 juta (sekitar Rp 17,91 miliar) dari penawar yang diunggulkan, sebelum pemerintah negara bagian mengeluarkan surat penunjukan,’’ kata seorang pejabat Direktorat Baja dan Tambang.   Proses lelang untuk blok bijih besi dimulai 23 Desember tahun lalu. Sebanyak tujuh perusahaan mengajukan proposal teknis. Tetapi hanya lima yang masuk ke tahap berikutnya, yakni menyerahkan proposal keuangan.   Pemerintah belum memutuskan nasib lelang blok batu gamping Garamurra di Kabupaten Nuapada, yang tidak ada penawarnya sama sekali.

Artikel Terkait

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin